Prof Abdul Hamid Jadi Penguji Eksternal Doktor UMM, Perkuat Sinergi Akademik UIN Malang dan UMM

Prof Abdul Hamid Jadi Penguji Eksternal Doktor UMM, Perkuat Sinergi Akademik UIN Malang dan UMM

Indonesiandaily.com – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperluas jejaring akademik terus diperkuat. Salah satunya melalui keterlibatan guru besar UIN Malang dalam berbagai forum ilmiah nasional.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, dipercaya menjadi penguji eksternal pada ujian terbuka promosi doktor Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kepercayaan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi akademik antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UMM dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi. Kehadiran penguji eksternal dari perguruan tinggi lain juga menjadi bagian penting dalam memastikan objektivitas, independensi, dan mutu akademik pada jenjang doktor.

Disertasi yang diujikan mengangkat tema “Fonologi Terapan dalam Pembelajaran Al-Qur’an bagi Penutur Non-Arab Berbasis Interferensi Bahasa Ibu.”

Penelitian tersebut membahas pengaruh bahasa pertama terhadap pelafalan bunyi bahasa Arab dalam pembelajaran Al-Qur’an sekaligus menawarkan pendekatan fonologi terapan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi penutur non-Arab.

Tekankan Kebaruan Ilmiah Disertasi

Ujian promosi doktor dipimpin Ketua Penguji Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Tobroni, M.Si., Prof. Dr. Abdul Haris, M.A., dan Prof. Dr. M. Abdul Hamid sebagai penguji eksternal. Sementara proses pembimbingan dilakukan oleh Assoc. Prof. Dr. Faridi sebagai promotor dan Assoc. Prof. Dr. Romelah sebagai ko-promotor.

Dalam kapasitasnya sebagai penguji eksternal, Prof Hamid memberikan sejumlah masukan yang menitikberatkan pada penguatan aspek konseptual dan metodologis penelitian.

Ia menilai penggunaan istilah fonologi terapan perlu memiliki pijakan epistemologis yang kuat sehingga tidak sekadar dipahami sebagai penerapan teori fonologi dalam pembelajaran. Namun juga memiliki posisi yang jelas dalam kajian linguistik terapan.

Menurutnya, penelitian pada jenjang doktor harus mampu menghadirkan scientific novelty yang tidak hanya menjawab persoalan praktis. Tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan paradigma ilmu pengetahuan.

“Penelitian mengenai pembelajaran Al-Qur’an bagi penutur non-Arab memiliki nilai strategis karena menyentuh aspek kebahasaan, pedagogik, sekaligus keislaman,” ujar Prof Hamid.

Namun pada level doktoral, yang tidak kalah penting adalah bagaimana penelitian tersebut mampu mempertegas posisi teoritiknya. Hal ini menunjukkan kebaruan konseptual, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan disiplin ilmu linguistik dan pendidikan Al-Qur’an.

Ia juga mengapresiasi tema penelitian yang mengangkat persoalan interferensi bahasa ibu dalam pembelajaran Al-Qur’an. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan nyata yang dihadapi penutur non-Arab ketika mempelajari pelafalan bahasa Arab.

Kajian tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkaya model pembelajaran Al-Qur’an, yang lebih adaptif sesuai latar belakang linguistik peserta didik.

Dorong Kolaborasi Antarperguruan Tinggi

Prof. Abdul Hamid menegaskan, keterlibatan dosen dan guru besar sebagai penguji eksternal merupakan implementasi nyata, kerja sama akademik antarperguruan tinggi yang perlu terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut tidak hanya menjaga mutu pendidikan tinggi, tetapi juga membuka peluang pengembangan riset bersama. Termasuk publikasi ilmiah, pertukaran gagasan, hingga inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, partisipasi aktif para dosen dalam forum akademik lintas kampus. Hal ini menjadi bagian dari strategi memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui jejaring kerja sama yang semakin luas, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Juga peningkatan kualitas pendidikan tinggi, serta membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, inklusif, dan berdaya saing global.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *