Indonesiandaily.com – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya memulai kehidupan kampus dengan agenda pengenalan akademik. Mereka langsung mendapat tantangan dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., untuk menyiapkan diri menjadi penentu masa depan bangsa.
Pesan itu disampaikan Nanang saat membuka Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM 2026 di Helipad UMM, Selasa (8/9/2026).
Sebanyak 5.636 mahasiswa mengikuti Pesmaba tahun ini. Mereka datang dari 38 provinsi di Indonesia dan 29 negara.
Di hadapan ribuan mahasiswa, Nanang mengingatkan bahwa status mahasiswa membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar. Masa kuliah, menurutnya, bukan sekadar mengejar gelar dan nilai akademik.
Mahasiswa harus mulai membangun kapasitas, keberanian, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Adik-adik yang hadir di sinilah yang kelak akan mengisi masa depan. Kalian yang akan mengubah kondisi bangsa ini menjadi jauh lebih baik dari sekarang,” tegas Nanang.
Intelektual Saja Tidak Cukup
Nanang menilai pendidikan tinggi harus menghasilkan manusia yang mampu mengubah pengetahuan menjadi tindakan.
Karena itu, mahasiswa didorong tidak menjadi pribadi yang pasif selama menjalani perkuliahan. Mereka harus aktif mencari pengalaman, mengembangkan kemampuan, dan berani mengambil peran.
Ia bahkan berharap mahasiswa baru UMM 2026 kelak mengisi posisi strategis di berbagai bidang. Mulai dari akademisi, rektor, dosen, profesional hingga pemimpin bangsa.
“Mahasiswa baru bukan hanya sebagai peserta kegiatan pengenalan kampus, melainkan sebagai generasi yang kelak memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Menurut Nanang, keberlanjutan juga harus menjadi bagian dari cara berpikir generasi muda. Prestasi yang dicapai tidak boleh hanya berhenti pada pencapaian pribadi.
Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi harus mampu melahirkan solusi dan memberikan manfaat nyata.
Pesmaba Dimulai Tanpa Sampah Plastik
Pesan tentang masa depan itu kemudian diterjemahkan UMM melalui tema Pesmaba tahun ini, “Green and Clean: Tanpa Sampah, Kampus Indah, Lingkungan Terjaga.”
Komitmen tersebut langsung diterapkan sejak hari pertama.
Mahasiswa baru diwajibkan membawa kotak makan dan botol minum pribadi. Kebijakan ini menjadi langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Tak berhenti di sana, mahasiswa juga diajak memilah sampah organik untuk diolah menjadi eco-enzyme.
Cairan hasil pengolahan tersebut direncanakan digunakan dalam aksi pelestarian Sungai Brantas saat pembukaan Student Day mendatang.
Langkah ini menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak hanya diperkenalkan melalui materi. Mahasiswa diajak mempraktikkannya sejak pertama kali mengikuti kegiatan kampus.
Rektor UMM: Jadilah Duta Lingkungan
Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., mengatakan kepedulian lingkungan merupakan bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa harus memiliki ketangguhan menghadapi tantangan sekaligus mampu menjaga etika akademik dan kepedulian sosial.
Ia meminta mahasiswa bertanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil selama menjalani kehidupan kampus.
“Kalian harus penuh tanggung jawab dalam tindakan dan keputusan. Mulai hari ini, jadilah duta budaya bersih lingkungan untuk menjaga kelestarian bumi,” pungkasnya.
Pesmaba UMM 2026 akhirnya tidak hanya menjadi pintu masuk menuju dunia perguruan tinggi. Di dalamnya terdapat pesan yang lebih besar: mahasiswa harus mampu mempersiapkan diri sebagai generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran.
Sebab, seperti pesan Kapolda Jatim, mereka yang hari ini berdiri sebagai mahasiswa baru akan menjadi bagian dari wajah Indonesia di masa mendatang.



