Indonesiandaily.com – Menjadi mahasiswa kedokteran tidak hanya dituntut memahami teori dan keterampilan klinis. Kemampuan merespons situasi darurat, bekerja dalam tim, hingga memiliki kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu dikenalkan sejak awal.
Pesan tersebut hadir dalam rangkaian kegiatan Minggu 2 pembekalan mahasiswa kedokteran baru, 6 September 2026. Razhes Medical Team (RMT) bersama Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI) turut hadir sebagai pengisi materi.
Kehadiran dua organisasi tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan lebih dekat aktivitas mahasiswa di luar ruang perkuliahan. Peserta diperkenalkan pada dunia bantuan medis, kegawatdaruratan, kerelawanan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Favian (PSPD 23) mengatakan, pengenalan organisasi penting dilakukan sejak mahasiswa memasuki lingkungan pendidikan kedokteran.
“Ini sebagai pengenalan RMT kepada mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat divisi khusus kami.”
Sesi RMT dan PTBMMKI berlangsung pukul 08.25–09.05 WIB dengan Azril sebagai moderator. Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab selama sekitar 10 menit sebelum dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri.
Materi tersebut memberikan perspektif berbeda bagi mahasiswa baru. Pendidikan kedokteran tidak semata-mata berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi persoalan kesehatan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, solidaritas, dan kerja sama.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan agenda lain. Setelah sesi RMT dan PTBMMKI, peserta mengikuti sosialisasi Clinical Skills Laboratory (CSL), Objective Structured Clinical Examination (OSCE), serta praktiknya mulai pukul 09.15 WIB.
Keterlibatan RMT dan PTBMMKI sekaligus memperlihatkan ruang pengembangan diri yang dapat diikuti mahasiswa kedokteran. Pengalaman berorganisasi dan terlibat dalam kegiatan kemanusiaan menjadi bekal tambahan untuk membangun karakter calon tenaga kesehatan.
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal sistem akademik. Mereka juga diperkenalkan pada nilai yang kelak melekat dalam profesi kesehatan: kesiapsiagaan, kepedulian, kemampuan bekerja sama, dan keberanian untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.



