Mahasiswa UMM Ciptakan Mulzymix, Pakan Multienzim yang Bikin Produksi Telur Puyuh Lebih Optimal

Mahasiswa UMM Ciptakan Mulzymix, Pakan Multienzim yang Bikin Produksi Telur Puyuh Lebih Optimal

Indonesiandaily.com – Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan sektor peternakan. Mereka mengembangkan Mulzymix, pakan berbasis multienzim yang dirancang khusus untuk burung puyuh petelur guna meningkatkan produktivitas telur sekaligus menekan biaya operasional peternak.

Inovasi tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap tantangan yang dihadapi peternak, terutama meningkatnya harga pakan yang berdampak pada biaya produksi. Melalui formulasi yang lebih efisien, Mulzymix diharapkan mampu membantu peternak menghasilkan telur berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau.

Berangkat dari Kebutuhan Peternak

Salah satu anggota tim pengembang, Daffa Haikal Alfarizie, mengatakan pengembangan Mulzymix diawali dari hasil observasi terhadap kebutuhan industri peternakan dalam menyediakan pangan hewani yang bergizi, aman, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Menurutnya, kualitas pakan menjadi faktor utama yang menentukan produktivitas burung puyuh petelur. Karena itu, tim berupaya menciptakan formula yang mampu meningkatkan penyerapan nutrisi sehingga performa ternak menjadi lebih optimal.

“Pengembangan produk ini berangkat dari kesadaran tim akan pentingnya sektor peternakan dalam mendukung ketersediaan pangan hewani yang aman, bergizi, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Daffa.

Berbeda dengan pakan unggas komersial yang umumnya digunakan untuk berbagai jenis ternak, Mulzymix diformulasikan secara khusus sesuai kebutuhan fisiologis burung puyuh petelur. Formulasi tersebut disusun berdasarkan komposisi multienzim dengan kadar yang telah disesuaikan secara ilmiah agar nutrisi dapat terserap secara maksimal.

“Produk ini memang dirancang khusus untuk burung puyuh petelur sehingga komposisi multienzimnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan fisiologisnya,” jelasnya.

Tujuh Enzim untuk Maksimalkan Nutrisi

Keunggulan utama Mulzymix terletak pada kandungan tujuh enzim esensial yang bekerja membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Ketujuh enzim tersebut meliputi selulase, xilanase, glukanase, amilase, pektinase, fitase, dan lipase.

Selain itu, tim juga menambahkan vitamin A, vitamin D3, vitamin E, serta berbagai multivitamin lain untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh burung puyuh.

Daffa menjelaskan kombinasi enzim dan vitamin tersebut mampu mempercepat proses metabolisme pakan sehingga nutrisi lebih mudah diserap tubuh. Dampaknya, produktivitas telur diharapkan meningkat, sementara kondisi kesehatan ternak tetap terjaga.

Tak hanya berorientasi pada kualitas, tim juga mempertimbangkan aspek ekonomi. Seluruh proses formulasi hingga produksi dilakukan bersama dosen pembimbing dengan memperhatikan efisiensi penggunaan bahan baku agar harga produk tetap kompetitif.

Siap Dikembangkan Secara Komersial

Tim pengembang optimistis Mulzymix memiliki peluang besar untuk dipasarkan secara luas. Pada tahap awal, produk direncanakan hadir dalam kemasan satu kilogram dengan harga sekitar Rp20 ribu sehingga mudah dijangkau peternak skala kecil maupun menengah.

Dosen pendamping, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswa. Menurutnya, Mulzymix menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengubah teori yang dipelajari di ruang kuliah menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

“Ini membuktikan mahasiswa mampu menerjemahkan teori menjadi inovasi aplikatif yang menjawab kebutuhan langsung para peternak di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proyek akademik semata, tetapi dapat terus dikembangkan hingga memberi manfaat luas bagi dunia peternakan. Prof. Indah juga meyakini semangat hilirisasi riset seperti ini akan mendorong lahirnya lebih banyak inovasi mahasiswa UMM untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan yang modern, mandiri, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *