Indonesiandaily.com – Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) kembali memperkuat komitmennya sebagai kampus vokasi berkelas dunia melalui penyelenggaraan POLINEMA International Experiential Learning and Cultural Immersion 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta pengalaman internasional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sebanyak 61 peserta mengikuti Immersion Camp 2026. Menariknya, sekitar 90 persen peserta merupakan mahasiswa asing yang berasal dari sembilan perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, dan China.
Di antaranya Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), King Mongkut’s University of Technology Thailand, serta Shandong University of Science and Technology (SDUST), China. Program ini didanai penuh oleh POLINEMA sebagai sponsor utama.
Kegiatan diawali dengan penyambutan resmi di Balai Kota Malang. Pemerintah Kota Malang menyambut hangat para peserta internasional yang akan mengikuti rangkaian pembelajaran. Sekaligus pengabdian kepada masyarakat di wilayah Malang.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan apresiasi atas konsistensi POLINEMA menyelenggarakan program internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat aspek akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Program ini sangat baik. Selain penguatan akademik, peserta juga akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Tentu ini sangat bermanfaat dan kami menyambutnya dengan baik,” ujarnya.
Perkuat Kompetensi Global Mahasiswa
Selama mengikuti Immersion Camp, peserta memperoleh pembekalan mengenai komunikasi internasional. Juga kepemimpinan, kerja sama tim, pemahaman budaya, hingga pengembangan karakter.
Seluruh materi dirancang sebagai bekal mengikuti berbagai program internasional seperti student exchange, joint degree, international internship. Maupun international class yang telah dikembangkan POLINEMA bersama perguruan tinggi dan industri luar negeri.
Metode pembelajaran dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi komunikasi lintas budaya, permainan kolaboratif, presentasi. Hingga sesi berbagi pengalaman bersama akademisi dan praktisi yang memiliki pengalaman internasional.
Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, peserta juga dilatih berpikir kritis, beradaptasi dengan keberagaman budaya, mengembangkan kreativitas. Termasuk pula menyelesaikan persoalan secara kolaboratif. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan vokasi untuk bersaing di tingkat global.
Program ini sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa memperluas jejaring internasional, membangun kolaborasi lintas negara. Serta mengenal berbagai peluang pendidikan global yang dapat diakses selama menempuh studi di POLINEMA.
Belajar Langsung Melalui Pengabdian Masyarakat
Tak hanya berlangsung di ruang kelas, Immersion Camp juga mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di masyarakat. Para peserta diterjunkan dalam kegiatan pengabdian di kawasan Wisata Sumberingin, Desa Wringinsongo.
Wakil Direktur I Bidang Akademik POLINEMA, Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi hasil penelitian. Sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan bersama mitra internasional.
“Kegiatan ini memadukan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Selain menerapkan ilmu yang diperoleh di kelas, mahasiswa Indonesia dan luar negeri. Juga saling bertukar pengetahuan mengenai penerapan teknologi tepat guna,” jelasnya.
Sebelum terjun ke lapangan, seluruh peserta mendapatkan materi mengenai energi terbarukan, penyediaan air bersih, dan penghijauan. Mereka kemudian merakit teknologi tersebut di laboratorium POLINEMA sebelum dipasang di kawasan wisata desa.
Kenalkan Potensi Desa Indonesia ke Mahasiswa Asing
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa internasional tidak hanya belajar mengenai teknologi, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat desa di Indonesia. Mereka diajak memahami bahwa pembangunan dapat dimulai dari pemberdayaan masyarakat. Serta pengembangan potensi lokal, bukan semata-mata melalui teknologi yang kompleks.
POLINEMA berharap pengalaman belajar berbasis aktivitas ini mampu memperluas wawasan peserta. Terutama mengenai tantangan sekaligus peluang di lingkungan akademik dan profesional internasional.
Penyelenggaraan Immersion Camp 2026 juga menjadi bukti nyata komitmen POLINEMA dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan vokasi. Berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri di luar negeri terus dikembangkan guna melahirkan lulusan yang unggul. Juga adaptif, serta mampu bersaing di tingkat global.
Melalui program ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pengalaman belajar yang berkesan. Namun juga memiliki motivasi lebih besar untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring internasional. Serta menjadi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi di tingkat nasional maupun dunia.
