27 Keluarga Warga Desa di Pujon Terdiagnosis Hipertensi, 5 di Antaranya Krisis

27 Keluarga Warga Desa di Pujon Terdiagnosis Hipertensi, 5 di Antaranya Krisis

Indonesiandaily.com – Ancaman hipertensi terungkap dari pemeriksaan kesehatan warga Dusun Lebo, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Dari 80 keluarga yang diperiksa, 27 keluarga ditemukan mengalami hipertensi.

Yang lebih mengkhawatirkan, lima keluarga berada dalam kondisi krisis hipertensi. Temuan tersebut diperoleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) melalui pemeriksaan dari rumah ke rumah.

Pemeriksaan dilakukan Kelompok 39 Program Karya Nyata Mahasiswa (PKNM) FK UB pada 18 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa kedokteran, farmasi, dan kebidanan melalui pendekatan Interprofessional Education (IPE).

Tekanan Darah Tembus 185/99

Salah satu temuan paling serius adalah warga dengan tekanan darah mencapai 185/99 mmHg. Kondisi tersebut juga disertai diabetes melitus.

Mahasiswa menemukan sejumlah faktor yang berpotensi memperburuk kondisi tersebut. Di antaranya konsumsi teh dan kopi dengan gula tinggi, pola tidur kurang baik, serta riwayat hipertensi dan diabetes dalam keluarga.

Kasus lain ditemukan pada keluarga dengan tekanan darah 167/102 mmHg. Warga tersebut juga mengalami obesitas dengan indeks massa tubuh (IMT) 27,6 kg/m².

Keluarga itu diketahui jarang melakukan pemeriksaan kesehatan dan memiliki kebiasaan mengonsumsi obat herbal tradisional.

Temuan tersebut mendorong mahasiswa memberikan intervensi langsung kepada keluarga yang dinilai membutuhkan perhatian khusus. Edukasi mencakup pola hidup sehat, penggunaan obat yang tepat, kepatuhan terapi, pemeriksaan rutin, hingga pemanfaatan fasilitas kesehatan.

Asap Rokok Mengintai

Ketua Kelompok 39 PKNM FK UB, Fadillah Eka Permana Putra, mengatakan temuan hipertensi diperoleh setelah mahasiswa melakukan pemetaan kesehatan masyarakat.

Survei dilakukan melalui kunjungan rumah, wawancara, observasi, dan pemeriksaan kesehatan terhadap 80 keluarga di RT 28/RW 09.

“Berdasarkan hasil survei tersebut, kami memutuskan menjadikan hipertensi dan diabetes melitus sebagai fokus utama intervensi,” ujar Fadillah.

Selain hipertensi, mahasiswa menemukan lima keluarga dengan tekanan darah tinggi atau prehipertensi. Diabetes melitus tipe 2 juga ditemukan pada tiga keluarga.

Survei turut mengungkap sejumlah faktor risiko. Sebanyak 56 keluarga tercatat memiliki kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok.

Sementara itu, obesitas ditemukan pada 20 keluarga dan kelebihan berat badan pada 12 keluarga. Kebiasaan jarang berolahraga serta konsumsi gula dan minuman manis berlebihan juga menjadi perhatian.

Edukasi Tak Berhenti di Penyuluhan

Mahasiswa tidak hanya menyampaikan informasi kesehatan. Mereka juga memberikan intervensi kepada keluarga berdasarkan kondisi dan faktor risiko masing-masing.

Edukasi dilakukan menggunakan poster dan leaflet. Kegiatan warga seperti tahlil dan posyandu turut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan mengenai pencegahan hipertensi dan diabetes.

Mahasiswa dari kedokteran, farmasi, dan kebidanan terlibat sesuai kompetensi masing-masing. Kolaborasi lintas profesi tersebut menjadi bagian dari pendekatan IPE dalam program PKNM.

Kader kesehatan setempat, Wiwit, mengapresiasi pendekatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak sekadar memberikan penyuluhan, tetapi juga mendatangi rumah warga dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Terima kasih kepada tim. Kegiatan ini sangat bagus. Sebelumnya belum pernah ada kelompok KKN yang datang ke sini untuk secara langsung mengumpulkan data kesehatan, mendatangi rumah warga, memeriksa kondisi kesehatan, dan memberikan edukasi kesehatan seperti ini,” kata Wiwit.

Jadi Peringatan bagi Warga

Setelah program selesai, mahasiswa melakukan tindak lanjut terhadap keluarga sasaran. Evaluasi juga dilakukan bersama kader kesehatan, dosen pembimbing lapangan, dan Ketua RT.

Temuan 27 keluarga dengan hipertensi menunjukkan bahwa pemeriksaan rutin menjadi hal penting bagi masyarakat. Terlebih, sebagian warga memiliki faktor risiko seperti paparan asap rokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi gula berlebihan.

Melalui intervensi tersebut, mahasiswa FK UB berharap warga lebih sadar terhadap risiko hipertensi dan diabetes. Mereka juga didorong menerapkan pola hidup sehat serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan.

Program PKNM ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Dusun Lebo secara berkelanjutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *