Alumni Kimia UB Perkuat Sinergi dengan Kampus, Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Dunia Industri

Alumni Kimia UB Perkuat Sinergi dengan Kampus, Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Dunia Industri

Indonesiandaily.com – Ikatan Alumni Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (STeM) Universitas Brawijaya terus memperkuat perannya dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. Salah satunya dilakukan melalui Ikatan Alumni (IKA) Kimia UB yang aktif membangun jembatan antara kampus dan dunia industri.

Ketua Alumni Fakultas STeM Universitas Brawijaya, Yudiono, S.Si., mengatakan lulusan Kimia UB memiliki peluang karier yang sangat luas. Menurutnya, hampir seluruh sektor industri membutuhkan tenaga ahli di bidang kimia. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di acara Ngobrol dan Ngopi Santai Bersama Media (Ngopi Sam), Sabtu (25/07).

“Lulusan kimia tidak hanya bekerja di industri kimia. Mereka juga banyak berkiprah di industri pangan, peternakan, pertanian, manufaktur. Hingga berbagai sektor lain yang memanfaatkan material dan proses kimia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, industri seperti pembuatan ban, cat, furnitur, hingga pengolahan makanan tidak dapat dipisahkan dari peran tenaga profesional berlatar belakang ilmu kimia. Karena itu, prospek kerja lulusan Kimia UB dinilai tetap terbuka lebar seiring berkembangnya dunia industri.

Alumni Beri Gambaran Dunia Kerja Sejak Mahasiswa

Yudiono menilai salah satu tantangan mahasiswa adalah minimnya pemahaman mengenai kondisi dunia kerja setelah lulus. Oleh sebab itu, IKA Kimia UB berupaya memberikan wawasan sejak dini mengenai berbagai profesi yang dapat ditekuni para lulusan.

Menurutnya, alumni memiliki tanggung jawab untuk memberikan gambaran mengenai kebutuhan industri. Juga kompetensi yang harus dipersiapkan, hingga peluang karier yang tersedia.

“Mahasiswa perlu mengetahui profesi apa saja yang bisa mereka pilih, serta keterampilan tambahan apa yang harus dipersiapkan. Agar mampu bersaing setelah lulus,” katanya.

Melalui berbagai kegiatan diskusi dan berbagi pengalaman, alumni berusaha menghadirkan informasi terkini mengenai perkembangan industri. Hal ini agar kampus juga dapat mengantisipasi kebutuhan dunia kerja.

Soft Skills Jadi Penentu Daya Saing Lulusan

Selain penguasaan ilmu kimia, Yudiono menekankan pentingnya penguatan soft skills. Berdasarkan pengalamannya di dunia industri. Juga kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen menjadi kompetensi yang paling dibutuhkan perusahaan.

Karena itu, IKA Kimia UB rutin menggelar program “Ngobrol Bersama Alumni” yang mempertemukan mahasiswa dengan para alumni dari berbagai sektor industri. Dalam forum tersebut, alumni berbagi pengalaman, tantangan, hingga kiat sukses memasuki dunia kerja.

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu di bangku kuliah, tetapi juga memperoleh gambaran nyata. Khususnya mengenai kebutuhan industri dan semangat untuk terus mengembangkan diri,” jelasnya.

Pelatihan Gratis Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Tak hanya menghadirkan forum diskusi, IKA Kimia UB juga menyelenggarakan pelatihan kompetensi secara gratis bagi mahasiswa. Salah satu program yang telah berjalan adalah pelatihan Sistem Manajemen Mutu yang dibimbing langsung oleh alumni. Terutama yang berprofesi sebagai auditor, trainer, maupun praktisi industri.

Program tersebut akan kembali dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan cakupan materi yang lebih luas. Seperti manajemen mutu, keselamatan dan kesehatan kerja, manajemen lingkungan, hingga sistem jaminan produk halal.

Yudiono berharap sinergi antara alumni dan kampus terus diperkuat sehingga lulusan Kimia UB tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kolaborasi alumni dan kampus menjadi kunci untuk menyiapkan lulusan yang adaptif, memiliki daya saing tinggi. Juga siap berkontribusi di berbagai sektor industri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *