UTBK di Universitas Negeri Malang Diawasi Super Ketat, Kancing Baju dan Behel Diperiksa

UTBK di Universitas Negeri Malang Diawasi Super Ketat, Kancing Baju dan Behel Diperiksa

Indonesiandaily.com – Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Negeri Malang (UM) diawasi super ketat. Dengan menurunkan 1.009 personil untuk mengkondisikan serta pengawasan untuk ujian ini. Bahkan pihak UM tak segan memeriksa kancing baju dan behel gigi untuk mengantisipasi kecurangan.

Menurut Rektor UM Prof Hariyono, pihaknya menerapkan pengamanan berlapis. Dimana seluruh barang bawaan peserta wajib dititipkan di luar ruang ujian dan peserta menjalani pemeriksaan ketat sebelum masuk. Ia menuturkan pula, sebagai bagian dari kebijakan pusat, CCTV di ruang ujian dimatikan untuk mencegah potensi kebocoran soal melalui rekaman layar.

“Kami juga tak segan memeriksa kancing baju dan behel gigi, sebagai antisipasi adanya lensa kecil yang tersembunyi,” ungkap Prof Harioyono, Selasa (21/04).

Selain itu, sistem baru UTBK 2026 yang tidak memperbolehkan peserta memilih lokasi kampus secara langsung, hal ini untuk menekan praktik joki. Dengan sistem ini, peserta tidak bisa menentukan lokasi sendiri. Ini untuk meminimalisir kecurangan.

Menurut Rektor UM, hingga hari kedua pelaksanaan, tidak ada laporan gangguan signifikan. Kampus ini optimistis UTBK 2026 berjalan lancar hingga penutupan pada 28 April mendatang.

Ditambahkan oleh Wakil Rektor I UM, Prof. Ibrahim Bafadal, bahwa dari total 45.939 pendaftar yang memilih UM, sebanyak 19.640 peserta mengikuti ujian di lokasi UM.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Menurutnya, selisih jumlah tersebut terjadi karena sistem penempatan lokasi ujian ditentukan panitia pusat.

“Peserta hanya memilih kota ujian, bukan kampus. Penempatan lokasi dilakukan pusat untuk mencegah potensi kecurangan,” jelasnya.

Selain di UM, peserta UTBK di Kota Malang juga didistribusikan ke sejumlah perguruan tinggi lain. Guna menunjang pelaksanaan UTBK, UM menyiapkan 67 ruang ujian yang tersebar di sejumlah gedung kampus. Sebanyak 1.304 unit komputer disediakan di setiap sesi ujian.

Dengan sistem dua sesi per hari, kapasitas layanan mencapai sekitar 2.600 peserta per hari. Peserta bahkan sudah hadir sejak pukul 06.00 WIB guna memastikan lokasi ujian dan mengikuti pemeriksaan awal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *