Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika UNISMA Malang Tembus Program Internasional SEAQIM, Perkuat Jejak Global Kampus

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika UNISMA Malang Tembus Program Internasional SEAQIM, Perkuat Jejak Global Kampus

Indonesiandaily.com – Prodi Magister Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang (UNISMA) terus berkomitmen  mendorong internasionalisasi pendidikan. Hal tersebut ditunjukkan lewat capaian membanggakan mahasiswanya di kancah global.

Adalah Wahid Kurniawan Suwarji, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika UNISMA sekaligus guru di MTsN 2 Kota Jambi. Ia berhasil lolos sebagai peserta dalam program internasional Regular Course on Joyful Learning for Junior High School Mathematics Teacher 2026. Program ini diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics di Yogyakarta pada 16–29 April 2026 lalu.

Program ini merupakan salah satu forum bergengsi di kawasan Asia Tenggara yang mempertemukan para pendidik matematika dari berbagai negara. Mereka mengadakan pertemuan untuk berbagi praktik terbaik, inovasi pembelajaran, serta penguatan kompetensi global.

Keikutsertaan Wahid menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNISMA Malang mampu bersaing dalam seleksi internasional yang ketat. Meski melalui seleksi administrasi, wawancara berbahasa Inggris, hingga uji kemampuan bahasa melalui QEPT (Qualifying English Proficiency Test).

Bahkan, Wahid tercatat sebagai satu-satunya guru madrasah dari Indonesia yang berhasil lolos pada program ini.

Partisipasi ini tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga merepresentasikan kualitas akademik dan daya saing global Prodi Magister Pendidikan Matematika UNISMA Malang. Terutama dalam menyiapkan pendidik profesional berstandar internasional.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Hal ini sejalan dengan visi Prodi Magister Pendidikan Matematika UNISMA Malang. Khususnya dalam memperluas jejaring internasional serta mendorong mahasiswa untuk aktif dalam forum akademik global.

Kegiatan pelatihan diawali dengan pre-test dan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan berbagai sesi bersama pakar internasional yang membahas isu-isu mutakhir pendidikan Matematika. Diantaranya seperti tren global pembelajaran Matematika, konsep Joyful Learning, Computational Thinking, serta literasi Matematika.

Selama program berlangsung, peserta juga terlibat dalam eksplorasi pendekatan inovatif berbasis STEM dan integrasi seni dalam pembelajaran. Serta pengembangan perangkat pembelajaran berbasis praktik terbaik internasional.

“Saya merasa bangga sekaligus tertantang bisa menjadi bagian dari komunitas pembelajar internasional. Program ini membuka wawasan baru bahwa pembelajaran Matematika dapat dirancang lebih kontekstual, kreatif, dan menyenangkan,” ungkap Wahid.

Selama dua minggu, peserta akan menjalani pelatihan intensif yang mencakup penguatan strategi instruksional, penggunaan manipulatif fisik dan digital, hingga praktik Peer Teaching dan Real Teaching di sekolah mitra. Program ini juga mendorong peserta untuk menyusun Action Plan sebagai bentuk implementasi nyata di institusi masing-masing.

Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini semakin mempertegas posisi Prodi Magister Pendidikan Matematika UNISMA Malang. Yakni sebagai program studi yang tidak hanya unggul secara nasional, tetapi juga aktif membangun reputasi di tingkat internasional.

Melalui berbagai program mobilitas akademik, kolaborasi lintas negara, serta partisipasi dalam forum global. UNISMA Malang memang terus memperluas perannya dalam mencetak pendidik Matematika yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Wahid berharap pengalaman ini dapat memberikan dampak luas, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi institusi dan komunitas pendidikan di Indonesia.

“Saya ingin membawa pulang praktik-praktik terbaik dari forum internasional ini untuk dibagikan kepada rekan guru dan siswa. Sehingga Matematika dapat menjadi pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan,” tutupnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *