Indonesiandaily.com – Prospek karier lulusan Prodi Magister (S2) Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang dinilai sangat menjanjikan. Bertambahnya fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi membuka kebutuhan besar terhadap dosen, peneliti, dan tenaga akademik yang menguasai ilmu dasar kedokteran.
Ketua Program Studi S2 Ilmu Biomedis FKIK UIN Malang, Dr. drg. Anik Listiyana, M.Biomed., AHK, mengatakan lulusan program ini dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia di sektor pendidikan tinggi, riset, hingga industri kesehatan.
“Fakultas kedokteran baru membutuhkan dosen dan tenaga akademik yang memiliki kompetensi di bidang ilmu dasar kedokteran. Maka, lulusan Magister Ilmu Biomedis memiliki peluang kerja yang sangat besar,” ujar Anik.
Program Studi S2 Ilmu Biomedis sendiri merupakan program baru di FKIK UIN Malang. Izin operasionalnya diterbitkan pada September 2025. Sehingga tahun akademik 2025/2026 menjadi angkatan pertama penerimaan mahasiswa baru.
Menurut Anik, kehadiran program tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga ahli yang mampu mengembangkan riset. Terutama di bidang penyakit metabolik, penyakit degeneratif, hingga berbagai persoalan kesehatan modern.
Peluang Karier di Berbagai Sektor
Lulusan Magister Ilmu Biomedis tidak hanya memiliki peluang menjadi dosen di fakultas kedokteran. Tetapi juga dapat berkarier sebagai peneliti di perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah, BRIN. Juga rumah sakit, laboratorium penelitian, maupun industri kesehatan.
Ruang karier diperkirakan semakin terbuka seiring berkembangnya dunia kesehatan. Serta meningkatnya kebutuhan penelitian berbasis biomedis di Indonesia.
Tak hanya itu, rencana pengembangan rumah sakit internasional yang tengah dipersiapkan UIN Malang, juga diproyeksikan menjadi salah satu sektor yang dapat menyerap lulusan program ini pada masa mendatang.
Didukung Pengalaman Riset Sejak Kuliah
Guna memperkuat kompetensi lulusan, mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai proyek penelitian dosen. Sebagian besar dosen FKIK UIN Malang aktif memperoleh hibah penelitian dari Kementerian Agama, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), LPDP. Serta berbagai lembaga pendanaan lainnya.
“Mahasiswa dapat terlibat dalam proyek penelitian dosen sehingga memperoleh pengalaman riset yang lebih kuat. Sekaligus dukungan dalam penyelesaian tesis,” kata Anik.
Keterlibatan dalam riset tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan mahasiswa. Khususnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah sekaligus memperkuat daya saing mereka di dunia kerja.
Fokus pada Kesehatan Haji
Selain menawarkan prospek karier yang luas, Program Studi S2 Ilmu Biomedis FKIK UIN Malang memiliki keunggulan pada fokus penelitian kesehatan haji. Khususnya aspek penuaan (Aging) dan penyakit degeneratif.
Tema tersebut dipilih karena relevan dengan kondisi calon jamaah haji Indonesia yang umumnya memiliki masa tunggu panjang. Sehingga memasuki usia lanjut sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Program ini juga mengusung konsep lulusan berkarakter ulul albab, yang memadukan kedalaman spiritual. Juga penguasaan ilmu pengetahuan, dan profesionalisme sebagai akademisi maupun peneliti.
Sebagai salah satu dari dua perguruan tinggi di Malang Raya yang membuka Magister Ilmu Biomedis. UIN Malang optimistis program ini akan menjadi pilihan strategis bagi tenaga kesehatan. Maupun lulusan bidang terkait yang ingin meningkatkan kompetensi di jenjang magister.
