Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) menghadirkan Profesor di bidang Matematika yang mengupas mengenai Single Subject Research. Kehadiran Guru Besar ini dalam acara Guest Lecture yang diselenggarakan oleh Prodi Matematika UNISMA Malang.
Dijelaskan oleh Ketua Prodi S1 Pendidikan Matematika UNISMA Malang Dr Isbadar Nursit MPd, bahwa perkembangan penelitian di bidang pendidikan matematika terus mengalami transformasi. Jika selama ini penelitian pendidikan matematika identik dengan jumlah sampel yang besar dan melibatkan satu kelas atau lebih. Maka saat muncul pendekatan alternatif yang dinilai lebih mendalam, yakni Single Subject Research (SSR) atau penelitian subjek tunggal.
“Konsep tersebut disampaikan Ketua Indonesian Mathematics Education Society (IMES), Prof. Sri Adi Widodo, yang kami hadirkan dalam Guest Lecture kali ini,” ungkap Isbadar, Kamis (04/06).
Dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Adi menjelaskan bahwa Single Subject Research merupakan metode penelitian yang berfokus pada satu individu sebagai subjek penelitian untuk mengamati perubahan perilaku, kemampuan, maupun efektivitas suatu model pembelajaran secara lebih mendalam.
“Selama ini penelitian pendidikan matematika lebih banyak menggunakan metode eksperimen dengan jumlah subjek yang besar, misalnya satu kelas atau lebih. Padahal, penelitian juga bisa dilakukan hanya pada satu subjek, tetapi dilakukan secara mendalam dan sistematis,” ujarnya.
Berawal dari Tantangan Masa Pandemi
Menurut Prof. Adi, pendekatan Single Subject Research sebenarnya bukanlah konsep baru. Metode ini telah lama digunakan dalam bidang psikologi dan konseling, kemudian diadaptasi ke dalam penelitian pendidikan, termasuk pendidikan matematika.
Namun, popularitas metode tersebut meningkat saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Ketika itu, para peneliti dan mahasiswa mengalami kesulitan mengumpulkan banyak responden akibat pembatasan aktivitas tatap muka.
“Pada masa Covid-19, penelitian dengan jumlah siswa yang besar sulit dilakukan. Mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir juga menghadapi kendala dalam pengambilan data. Dari situ muncul kebutuhan akan alternatif penelitian yang tetap berkualitas tanpa harus melibatkan banyak subjek,” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa negara seperti Amerika Serikat telah lebih dahulu mengembangkan pendekatan serupa melalui metode single case research. Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi pengembangan penelitian subjek tunggal di Indonesia.
Fokus pada Perubahan Individu
Meski hanya melibatkan satu orang subjek, Prof. Adi menegaskan bahwa penelitian jenis ini tetap memiliki kekuatan akademik yang signifikan, terutama dalam mengukur efektivitas suatu intervensi atau model pembelajaran.
Namun demikian, hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas sebagaimana penelitian eksperimen dengan sampel besar.
“Kalau berbicara generalisasi, tentu berbeda. Penelitian subjek tunggal tidak ditujukan untuk mewakili populasi. Tetapi penelitian ini sangat kuat untuk melihat apakah suatu metode pembelajaran efektif atau tidak pada individu tertentu,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, peneliti dapat memantau perkembangan kemampuan peserta didik secara rinci dan berkelanjutan, sesuatu yang sering kali sulit dilakukan dalam penelitian skala besar.

Menjawab Tantangan Pembelajaran Matematika
Lebih jauh, Prof. Adi menilai Single Subject Research dapat menjadi salah satu jalan untuk mengatasi persoalan klasik yang selama ini membuat matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan.
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan siswa kurang menyukai matematika, yaitu mindset, toolset, dan skillset.
“Masih banyak siswa yang memiliki pola pikir bahwa matematika itu sulit, gurunya galak, dan sebagainya. Itu masalah mindset. Kemudian alat bantu pembelajaran atau toolset yang kurang memadai, serta kemampuan atau skillset yang belum berkembang optimal,” ujarnya.
Melalui penelitian yang berfokus pada individu, guru dan peneliti dapat memahami karakteristik setiap peserta didik secara lebih mendalam sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan menjadi lebih tepat sasaran.
“Tujuannya memang agar peserta didik semakin menyukai matematika dan mampu menguasai kemampuan-kemampuan matematis sesuai kebutuhan masing-masing,” tambahnya.
Efektif untuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Dalam praktiknya, Prof. Adi mengaku telah menerapkan metode tersebut bersama mahasiswa dalam berbagai penelitian, terutama pada peserta didik berkebutuhan khusus.
Salah satu penelitian yang dilakukan adalah pada siswa dengan diskalkulia, yaitu gangguan belajar yang menyebabkan kesulitan memahami konsep angka dan matematika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis video mampu meningkatkan kemampuan matematika siswa dengan kondisi tersebut.
“Kami menemukan bahwa penggunaan media video dapat membantu meningkatkan kemampuan dan perilaku belajar siswa diskalkulia. Begitu juga pada siswa tunagrahita, terdapat perubahan yang cukup positif setelah diberikan intervensi tertentu,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa efektivitas metode pembelajaran tetap dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing individu. Siswa dengan kecenderungan sangat introvert maupun ekstrovert, misalnya, memerlukan pendekatan yang berbeda.
Namun secara umum, jika diterapkan pada individu yang memiliki karakteristik serupa, hasil yang diperoleh cenderung menunjukkan pola yang tidak jauh berbeda.
Menjadi Alternatif Penelitian Masa Depan
Prof. Adi menegaskan bahwa Single Subject Research tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode penelitian konvensional yang menggunakan sampel besar. Sebaliknya, pendekatan ini hadir sebagai alternatif yang dapat dipilih sesuai kebutuhan penelitian.
“Bukan untuk menjadi tren semata, tetapi sebagai pilihan. Penelitian tidak selalu harus melibatkan banyak subjek. Satu subjek pun bisa menghasilkan temuan yang bernilai, asalkan dilakukan secara mendalam, sistematis, dan terukur,” tegasnya.
Melalui kuliah tamu tersebut, Prof. Adi berharap mahasiswa Pendidikan Matematika semakin terbuka terhadap berbagai pendekatan penelitian inovatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Indonesia, khususnya dalam memahami kebutuhan belajar setiap peserta didik secara lebih personal dan mendalam.
