Indonesiandaily.com – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan fasilitas pendidikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen POLINEMA memberikan pendampingan evaluasi kelayakan Gedung Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri Kota Batu sebagai langkah mitigasi risiko bencana.
Program yang didanai melalui Dana DIPA Swadana Reguler Kompetisi Politeknik Negeri Malang Tahun 2026 tersebut bertujuan membantu pengelola pesantren mengetahui kondisi bangunan dari aspek keselamatan struktur dan fungsi gedung. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah pemeliharaan maupun perbaikan secara tepat.
Kegiatan dipimpin oleh Kharisma Nur Cahyani, S.S.T., M.T. bersama tim yang terdiri atas Fuji Asema, S.Pd., M.T., Anisah Nur Fajarwati, S.T., M.Sc., Ayisya Cindy Harifa, S.T., M.T., Martince Novianti Bani, S.T., M.T., serta Rizki Putri Ramadhani, S.S., M.Pd. Sejumlah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil POLINEMA juga terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Diawali Identifikasi Kondisi Bangunan
Tim memulai kegiatan dengan berkoordinasi bersama pengelola Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri untuk mengidentifikasi kondisi bangunan dan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Dari hasil identifikasi diketahui bahwa gedung pesantren belum pernah menjalani evaluasi kelayakan bangunan, baik dari sisi keamanan struktur maupun fungsi bangunan. Kondisi ini menjadi perhatian karena pemeriksaan berkala merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan penghuni.
Sebagai tindak lanjut, tim melakukan pemeriksaan struktur menggunakan metode Hammer Test, yaitu pengujian non-destruktif yang mampu memberikan gambaran mutu dan kapasitas sisa beton tanpa merusak elemen bangunan.
Pengujian dilakukan pada sejumlah bagian struktur sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis mengenai kondisi gedung, termasuk kebutuhan pemeliharaan maupun perbaikan di masa mendatang.
Tingkatkan Keselamatan Penghuni
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Kharisma Nur Cahyani, mengatakan evaluasi kelayakan bangunan menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengelola pondok pesantren memperoleh gambaran mengenai kondisi struktur bangunan sehingga dapat menentukan langkah pemeliharaan yang tepat. Evaluasi kelayakan bangunan merupakan upaya preventif yang penting untuk meningkatkan keselamatan penghuni dan mendukung mitigasi risiko bencana,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan memberikan data awal mengenai kondisi struktur bangunan sekaligus rekomendasi teknis yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan gedung secara berkelanjutan.
Perkuat Kolaborasi POLINEMA dan Pesantren
Selain menghasilkan rekomendasi teknis, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman pengelola pesantren mengenai pentingnya evaluasi bangunan secara berkala untuk menjaga keamanan dan keandalan gedung.
POLINEMA berharap kolaborasi ini menjadi awal sinergi yang lebih luas dengan Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri Kota Batu dalam mewujudkan bangunan yang aman, andal, serta tangguh menghadapi potensi bencana.
Melalui program pengabdian seperti ini, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
