Inovasi dan Prestasi Mengkilap, Perpustakaan UIN Salatiga Belajar dari Perpustakaan UNISMA Malang

Inovasi dan Prestasi Mengkilap, Perpustakaan UIN Salatiga Belajar dari Perpustakaan UNISMA Malang

Indonesiandaily.com – Perpustakaan UIN Salatiga melakukan kunjungan studi banding ke Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang (UNISMA) Kamis (04/06). Berkat inovasi dan prestasi mengkilap dari Perpus UNISMA Malang mengundang berbagai pihak untuk menggali ilmu.

Dalam acara studi banding tersebut, Kepala Perpustakaan UNISMA Malang, Dra Lilik Ernawati Firdausi, M.Si., menyatakan bahwa perpustakaannya selalu terbuka untuk siapa pun yang ingin berkunjung. “Menurut saya, perpustakaan akan berguna dan bermanfaat jika semakin banyak yang datang. Saya juga baru tahu bahwa mereka datang dari teman-teman UIN lainnya,” ujarnya.

Salah satu daya tarik utama kunjungan ini adalah inovasi teknologi yang dikembangkan secara mandiri oleh Perpustakaan UNISMA, yaitu Prisma AI. Aplikasi ini berfungsi sebagai asisten virtual yang terhubung langsung dengan repositori dan koleksi buku perpustakaan. Mahasiswa dapat bertanya seputar referensi skripsi, literasi, hingga jadwal kegiatan perpustakaan, dan semuanya dapat dijawab secara real-time.

“Prisma AI ini murni buatan kami sendiri, tanpa melibatkan pihak ketiga. Data di perpustakaan semuanya terintegrasi sehingga sangat memudahkan mahasiswa mencari referensi,” jelas Lilik.

Inovasi ini membawa prestasi gemilang bagi Perpustakaan UNISMA. Pada ajang Evalia Jatim yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPTI) Jawa Timur pada Agustus 2025, mereka meraih Juara 2. Prestasi tersebut kemudian meningkat pada Januari 2026 di ajang Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU) tingkat nasional, di mana mereka berhasil meraih Juara 1 kategori inovasi.

“Kami baru pertama kali ikut Evalia, tapi alhamdulillah dapat juara dua. Kemudian di tingkat nasional APPTNU, inovasi Prisma AI membawa kami ke posisi juara satu,” tambah Lilik penuh bangga.

Dukungan penuh dari pimpinan universitas pun mengalir setelah prestasi tersebut, memungkinkan pengembangan lebih lanjut, termasuk rencana pembukaan Galeri UNISMA di lantai dua yang akan menjadi daya tarik baru.

Kepala Perpustakaan UNISMA Malang juga mengungkapkan bahwa intensitas kunjungan dari berbagai kampus cukup tinggi. Dalam satu tahun terakhir, tercatat sudah enam perguruan tinggi yang datang, belum termasuk puluhan sekolah menengah yang rutin berkunjung. Selain itu, program Duta Perpustakaan Menyapa Sekolah menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan perpustakaan ke sekolah asal mereka masing-masing.

“Kami memiliki 12 SDM yang mengelola perpustakaan tiga lantai. Ke depan, digitalisasi menjadi fokus utama untuk mengurangi keterbatasan tenaga. Inovasi seperti Prisma AI adalah langkah awal menuju perpustakaan yang lebih modern dan efisien,” ujarnya.

Inovasi dan Prestasi Mengkilap, Perpustakaan UIN Salatiga Belajar dari Perpustakaan UNISMA Malang
Kepala Perpus UNISMA Malang (tengah) bersama Kepala Perpus UIN Salatiga didampingi staf lainnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat sebagai ajang untuk berbagi ilmu dan pengalaman, penguatan kinerja perpustakaan. Serta membangun sinergi kolaborasi, mewujudkan layanan prima dan inovatif.

Kepala Perpustakaan UIN Salatiga Ifonilla Yenianti, S.PdI., S.IPI., M.A., dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kunjungan ini bukan sekadar studi banding biasa, melainkan sebuah upaya untuk menggali inspirasi yang bisa diterapkan di UIN Salatiga.

“Informasi dari teman-teman pustakawan, khususnya dari komunitas IPPTN, menyebutkan banyak hal yang bisa dipelajari di Unisma. Dan ternyata benar, banyak sekali,” ujar Ifonilla.

Salah satu hal yang paling menarik perhatiannya adalah pengelolaan arsip yang berada di bawah naungan perpustakaan. Menurut Ifonilla, hal ini menjadi temuan berharga karena di UIN Salatiga pengelolaan arsip selama ini belum terkelola secara optimal.

“Di UNISMA Malang, arsiparis dan pustakawan berkolaborasi dalam satu atap. Dua pekerjaan besar menjadi satu kesatuan. Ini seperti mengadopsi sistem Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Kami masih perlu belajar banyak, terutama melihat depo arsip yang ada di sini,” tambahnya.

Selain kearsipan, keberadaan galeri universitas yang dikelola di dalam perpustakaan juga menjadi sorotan. Ifonilla mengapresiasi adanya galeri yang mampu menyajikan sejarah pendirian hingga perkembangan terkini UNISMA Malang.

“Kami belum memiliki galeri universitas. Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk mewadahi sejarah institusi. Galeri di sini sangat bagus dan tertata rapi. Bahkan, ada laboratorium MIPA yang memanfaatkan rooftop mengembangkan taman anggrek.

 

Mengadopsi Kecerdasan Buatan untuk Pendekatan ke Generasi Z

Tidak hanya soal fisik, inovasi digital UNISMA Malang melalui layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Prisma juga menuai decak kagum. Layanan ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan pustakawan melalui sistem chat bot yang mirip dengan ChatGPT, namun terkoneksi langsung dengan seluruh sistem perpustakaan—mulai dari buku, repositori, hingga informasi lainnya.

“Saya sudah meminta tim Perpustakaan Digital kami, untuk belajar pendekatan TI dari UNISMA Malang. Walaupun kami sudah berprogress, ini masukan yang sangat baik untuk pengembangan komunikasi dengan mahasiswa dan dosen,” urainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *