Sembilan Wisudawan Terbaik POLINEMA Hadirkan Solusi untuk Masyarakat dan Industri

Sembilan Wisudawan Terbaik POLINEMA Hadirkan Solusi untuk Masyarakat dan Industri

Indonesiandaily.com – Sembilan wisudawan terbaik Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) pada Wisuda ke-73 Tahun 2026 tidak hanya mencatat prestasi akademik. Karya tugas akhir mereka juga menunjukkan kemampuan mengubah persoalan di masyarakat dan industri menjadi solusi berbasis teknologi.

Para wisudawan berasal dari berbagai jenjang dan program studi. Tema yang diangkat mencakup pertanian presisi, manufaktur, kelistrikan, teknologi informasi, pelayanan publik, perhotelan, hingga pengelolaan keuangan sekolah.

Ahmad Afifuddin Zakki, S.Kom., M.Tr.Kom. menjadi peraih IPK tertinggi dengan nilai sempurna 4,00. Ia mengembangkan aplikasi mobile berbasis IoT untuk monitoring, otomatisasi irigasi, dan rekomendasi pemupukan bibit kentang di greenhouse.

Dari bidang manufaktur, Vian Rizanda Putra, M.Tr.T. meraih IPK 3,72 melalui penelitian jig fixture untuk mengurangi cacat burr pada produk cutter Stainless Steel 304.

Sementara Mohamad Firman Syahputra, A.Md.T. meraih IPK 3,88 setelah merancang mesin pengayak biji plastik berbasis vibrating sieve berkapasitas 100 kilogram per jam. Mesin tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi UMKM.

Wisudawan asal South Sudan, Atem Juach Kelei Juach, S.Tr.T., meraih IPK 3,56. Ia meneliti pengendalian kualitas proses shoulder injection molding untuk meningkatkan kualitas produk industri.

Di bidang teknologi informasi, Yanuar Thaif Chalil Candra, S.Tr.Kom., meraih IPK 3,81 melalui pengembangan Low-Altitude Management System (LAMS), platform untuk mengelola operasi drone di wilayah udara rendah.

Daffa Yudisa Akbar, S.Tr.Kom. meraih IPK 3,97 dengan mengembangkan sistem informasi pendataan aspirasi masyarakat untuk Bappeda Kota Malang. Sistem tersebut membantu mengelola aspirasi dari tingkat kelurahan hingga organisasi perangkat daerah.

Sementara itu, Firdaus Bayu Aqila, A.Md.T. meraih IPK 3,95 melalui penelitian penuaan isolasi transformator menggunakan metode accelerated thermal ageing.

Dari bidang administrasi bisnis, Andhini Intan Damayanti, A.Md.A.B. meraih IPK 3,95. Ia mengkaji peran resepsionis dalam menangani antrean dan keterlambatan kamar siap huni di Hotel ibis Styles Malang.

Adapun Muhammad Farhan, A.Ma.Kom. meraih IPK 3,79 setelah mengembangkan sistem informasi keuangan sekolah berbasis web dengan dashboard analitik dan monitoring pembayaran secara real-time.

Kesembilan capaian tersebut memperlihatkan karakter pendidikan vokasi POLINEMA yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Prestasi akademik tidak berhenti pada angka IPK, tetapi diterjemahkan menjadi karya yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata.

Direktur POLINEMA Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. memberikan apresiasi terhadap capaian para wisudawan terbaik. Prestasi tersebut menjadi gambaran kontribusi pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *