Indonesiandaily.com – Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) terus memperluas akses mahasiswa terhadap peluang pendidikan dan karier internasional. Salah satunya melalui Sosialisasi Program Beasiswa INTENSE (International Industrial Talent Education Special Program), Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar secara daring melalui Zoom. Sosialisasi diikuti mahasiswa dan calon peserta yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai peluang studi, pengembangan kompetensi, hingga prospek karier profesional di Taiwan.
Kegiatan dibuka Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama POLINEMA, Prof. Dr.Eng. Rosa Andrie Asmara, S.T., M.T. Ia menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan berbagai peluang internasional untuk meningkatkan kompetensi.
Menurutnya, program internasional tidak hanya memberikan pengalaman akademik. Mahasiswa juga dapat memperoleh keterpaparan langsung terhadap dunia industri dan lingkungan kerja global.
Program INTENSE merupakan program beasiswa yang didukung Ministry of Education Taiwan. Program ini mengintegrasikan pendidikan tinggi, pengalaman magang di perusahaan, serta peluang pengembangan karier profesional.
Melalui program tersebut, peserta berkesempatan menempuh pendidikan di universitas Taiwan. Peserta juga dapat memperoleh pengalaman kerja melalui program magang hingga membuka peluang melanjutkan karier di perusahaan mitra.
POLINEMA Siapkan Mahasiswa Hadapi Seleksi
Dalam sesi sosialisasi, Direktur INTACT BASE, Supriantono, memaparkan berbagai informasi penting mengenai program INTENSE.
Materi yang disampaikan meliputi skema beasiswa, pilihan universitas dan program studi, persyaratan pendaftaran, dokumen yang harus dipersiapkan, hingga tahapan seleksi.
Peserta juga mendapatkan gambaran mengenai sejumlah dokumen penting. Di antaranya sertifikat kemampuan bahasa, paspor, transkrip akademik, surat rekomendasi, study plan, serta portofolio yang relevan.
Persiapan tersebut menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya dituntut memenuhi persyaratan administratif. Mereka juga perlu menunjukkan kesiapan akademik, kompetensi, serta tujuan karier yang jelas.
Salah satu perhatian utama dalam sosialisasi adalah kemampuan Bahasa Mandarin. POLINEMA bersama INTACT BASE menyediakan kelas Bahasa Mandarin sebagai bagian dari persiapan peserta mengikuti program INTENSE.
Kelas tersebut direncanakan mulai akhir Agustus atau awal September 2026. Kuota peserta terbatas sehingga mahasiswa didorong mempersiapkan diri sejak awal dan mengikuti pembelajaran secara konsisten.
Study Plan Harus Personal dan Relevan
Selain kemampuan bahasa, peserta juga mendapat pembekalan mengenai penyusunan study plan. Dokumen ini dinilai penting untuk menggambarkan tujuan studi dan arah karier peserta.
Mahasiswa disarankan melakukan riset terhadap universitas, program studi, serta perusahaan yang menjadi tujuan. Latar belakang pendidikan, pengalaman, keterampilan, dan target karier perlu dihubungkan secara logis.
Dengan demikian, study plan tidak sekadar menjadi dokumen pelengkap. Dokumen tersebut harus mampu menunjukkan alasan peserta memilih bidang studi sekaligus rencana pengembangan dirinya.
Dalam sesi tanya jawab, peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai dukungan yang tersedia melalui program INTENSE sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan tersebut antara lain berkaitan dengan keberangkatan, visa, medical check-up, tunjangan hidup, hingga insentif selama menjalani program magang.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ajakan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tidak cukup hanya dengan melengkapi dokumen administrasi.
Mahasiswa juga perlu meningkatkan kemampuan bahasa, membangun portofolio, melakukan riset terhadap pilihan studi dan perusahaan, serta mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi.
Melalui sosialisasi ini, POLINEMA menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa memanfaatkan peluang pendidikan dan kerja sama internasional.
Program seperti INTENSE diharapkan dapat menjadi salah satu pintu bagi mahasiswa POLINEMA untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja global.
