Indonesiandaily.com – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Peningkatan Jurnal FKIK yang digelar di Ruang Rapat FKIK pada Senin (27/7/2026).
Forum ini menjadi langkah strategis untuk mengevaluasi tata kelola jurnal sekaligus merumuskan peta jalan pengembangan publikasi ilmiah yang lebih profesional. Termasuk pula publikasi yang berkualitas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Rapat dihadiri pimpinan fakultas, pengelola jurnal, editor, serta tim pendukung. Berbagai isu krusial menjadi fokus pembahasan, mulai dari penguatan keamanan Open Journal Systems (OJS), peningkatan kualitas proses editorial, hingga penyusunan roadmap pengembangan jurnal sesuai standar akreditasi nasional dan internasional.
Ketua kegiatan, Shofia Maharani Khoirun Nisa’, M.K.M., menjelaskan bahwa peningkatan kualitas jurnal menjadi salah satu prioritas FKIK. Menurutnya, jurnal ilmiah bukan hanya wadah publikasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi cerminan mutu akademik dan kapasitas riset sebuah fakultas.
“Publikasi ilmiah yang berkualitas akan meningkatkan visibilitas hasil penelitian dosen, mahasiswa, maupun peneliti. Sehingga memberikan kontribusi lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat reputasi institusi,” ujarnya.
Siapkan Roadmap Menuju Jurnal Bereputasi
Dalam rapat tersebut, FKIK UIN Malang menetapkan sejumlah target pengembangan jurnal. Untuk jangka pendek, fakultas akan memperbarui sistem keamanan dan tampilan website OJS, mengembangkan layanan jurnal bilingual, menyusun template artikel sesuai standar jurnal bereputasi. Serta memperkuat komposisi Editorial Board dengan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Sementara itu, target jangka panjang difokuskan pada peningkatan akreditasi nasional melalui ARJUNA. Serta mendorong jurnal agar mampu menembus indeksasi dan akreditasi internasional.
Perketat Seleksi Artikel dan Perluas Kolaborasi Global
Guna mencapai target tersebut, rapat juga menyepakati sejumlah strategi penting. Salah satunya adalah memperketat proses seleksi naskah dengan target rejection rate sekitar 60 persen untuk menjaga kualitas artikel yang diterbitkan.
Selain itu, FKIK juga membatasi proporsi penulis internal maksimal 20 persen pada setiap edisi jurnal. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan keberagaman penulis sekaligus memperluas jejaring akademik.
Langkah lainnya meliputi penguatan kolaborasi dengan editor dan akademisi internasional, penyempurnaan template artikel bilingual sesuai standar publikasi global, hingga pemberian pembebasan Article Processing Charge (APC) bagi artikel yang dinilai memiliki kualitas ilmiah unggul.
Di sisi lain, rapat turut mengidentifikasi sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti menjaga konsistensi jadwal penerbitan, meningkatkan kualitas substansi artikel, memastikan proses peer review berlangsung objektif dan tepat waktu, serta memperkuat keamanan sistem OJS dari potensi ancaman siber.
Melalui forum ini, FKIK UIN Malang berhasil menyusun arah pengembangan jurnal yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola publikasi ilmiah, meningkatkan kualitas riset yang dipublikasikan, memperluas kolaborasi akademik. Serta mempercepat terwujudnya Jurnal FKIK sebagai jurnal bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.
