Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempatkan isu keberlanjutan bukan sekadar jargon kampus. Konsistensi itu berbuah pengakuan dalam UI GreenMetric 2026, dengan UMM berada di peringkat pertama perguruan tinggi se-Malang Raya.
Penghargaan tersebut diserahkan di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/9/2026).
Di tingkat nasional, UMM menempati posisi ke-18. Capaian itu sekaligus menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya ketika Kampus Putih berada di peringkat ke-19.
Wakil Ketua UI GreenMetric UMM, Adjar Yusrandi Akbar, mengatakan capaian tersebut tidak hanya menunjukkan posisi UMM di tingkat regional, tetapi juga konsistensi kampus dalam memperkuat agenda keberlanjutan.
“Se-Malang Raya kita nomor satu. Tahun 2025 berada di ranking 19, kemudian naik satu peringkat menjadi 18,” kata Adjar.
Selain peringkat nasional, UMM juga meraih posisi kedua sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) paling berkelanjutan di Indonesia.
Bukan Sekadar Urusan Sampah
Menurut Adjar, pemeringkatan UI GreenMetric tidak hanya melihat bagaimana kampus menangani sampah. Penilaiannya mencakup tujuh kelompok indikator yang menggambarkan tata kelola keberlanjutan secara lebih luas.
Aspek yang dinilai antara lain pengelolaan air, infrastruktur, sampah, energi dan perubahan iklim, pendidikan serta riset, transportasi, hingga tata kelola, teknologi informasi dan digitalisasi kampus.
Artinya, keberlanjutan ditempatkan sebagai bagian dari pengelolaan kampus, mulai dari pembangunan fisik hingga kebijakan operasional sehari-hari.
Solar Panel hingga Pembatasan Plastik
Sejumlah kebijakan lingkungan UMM diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dan perubahan kebiasaan di lingkungan kampus.
UMM, misalnya, mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan solar panel di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Kebijakan pengurangan sampah juga diterapkan dalam berbagai kegiatan berskala besar. Saat Idul Adha, UMM menggunakan besek sebagai wadah pengganti kemasan tertentu. Pada kegiatan Pesmaba, mahasiswa juga diarahkan tidak membawa botol plastik.
“UMM terus mengembangkan pembangunan berbasis energi hijau dan terbarukan,” ujar Adjar.
Target Berikutnya Net Zero Waste
Bagi UMM, capaian UI GreenMetric 2026 bukan titik akhir. Kampus Putih menargetkan pengurangan jejak karbon sekaligus mendorong terwujudnya kondisi net zero waste di lingkungan kampus.
Upaya tersebut juga diarahkan agar menjadi gerakan bersama, bukan hanya program unit tertentu.
UMM bahkan menyiapkan penghargaan bagi fakultas yang dinilai paling berkelanjutan. Penghargaan itu direncanakan diberikan pada upacara peringatan Hari Pendidikan mendatang.
Langkah tersebut menjadi cara kampus mendorong setiap fakultas ikut berlomba membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.
Dengan demikian, penghargaan UI GreenMetric tidak berhenti sebagai capaian pemeringkatan. Bagi UMM, posisi tersebut menjadi pijakan untuk mengubah keberlanjutan dari sekadar indikator penilaian menjadi bagian dari budaya kampus.



