Dampingi UMKM, DPD PKS Malang Hadirkan Program Coaching Clinic Setahun Penuh

Dampingi UMKM, DPD PKS Malang Hadirkan Program Coaching Clinic Setahun Penuh

Indonesiandaily.com – Dalam upaya menggerakkan roda perekonomian lokal, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang meluncurkan program inovatif bernama Coaching Clinic. Program pendampingan ini dirancang khusus untuk membantu pelaku UMKM di Kota Malang agar bisa naik kelas dalam waktu satu tahun penuh.

Ketua Program Coaching Clinic ini Dr H Indra Permana SE MM mengungkapkan bahwa program ini bersifat inklusif dan tidak eksklusif bagi kader partai. “Program pendampingan UMKM ini kami beri nama Coaching Clinic. Khusus untuk para pelaku bisnis di Kota Malang. Saya tekankan, tidak harus menjadi anggota PKS. Bahkan, 80 persen pesertanya adalah masyarakat dari luar partai,” ujar Indra.

 

Konsep “Periksa” untuk Bisnis

Indra menjelaskan, istilah Coaching Clinic sengaja dipilih karena filosofinya mirip dengan berobat ke dokter. “Sama seperti kita ke dokter untuk konsultasi penyakit. Di sini, kita tanyakan ‘penyakit’ atau kendala yang dihadapi para pelaku usaha, lalu kami berikan layanan konsultasi dan solusi,” terangnya.

Saat ini, program yang baru dimulai pada Januari lalu tersebut telah memiliki 150 peserta aktif dari eksternal partai. Mereka didampingi oleh 25 coach profesional yang telah tersertifikasi. Setiap coach bertanggung jawab mendampingi rata-rata delapan pelaku UMKM secara intensif. “Kami maksimalkan pendampingan ke delapan orang ini. Harapannya, bisnis mereka benar-benar bisa berjalan optimal,” imbuh Indra.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

 

Dari Kuliner hingga Peternakan Domba

Para peserta yang tergabung dalam program ini berasal dari latar belakang usaha yang beragam. Mulai dari kuliner, handicraft, katering, hingga peternakan domba. “Macem-macem. Ada yang punya usaha roti, perancangan bangunan, dan lainnya. Kami kelompokkan sesuai bidangnya,” jelas Indra.

Pertemuan antara mentor dan mentee (peserta didik) dilakukan setiap bulan, baik secara online maupun offline. Pertemuan luring terakhir digelar di ruang DPRD Kota Malang pada bulan Mei lalu.

 

Hasil Nyata: Mengubah Mindset Dagang Jadi Bisnis

Salah satu capaian signifikan dari program ini adalah perubahan pola pikir para peserta. Indra mencontohkan, banyak pelaku UMKM yang awalnya menganggap berdagang dan berbisnis adalah hal yang sama.

“Setelah kami tanamkan mindset yang benar, mereka sadar bahwa dagang dan bisnis itu berbeda. Pedagang hanya fokus pada jual-beli untuk untung. Sedangkan pebisnis membangun sistem. Saat pemiliknya pergi, bisnis tetap bisa berjalan karena ada sistem, networking, dan tim yang solid,” paparnya.

Program ini juga mengajarkan konsep BODOL (Berani Optimis Duit Orang Lain), BOTOL (Berani Optimis Tenaga Orang Lain), dan BOOL (Berani Optimis Otak Orang Lain). “Kami ingin mereka paham, modal bukan segalanya. Skill, networking, dan optimisme itu jauh lebih penting. Kalau butuh modal, ajak investor atau kerjasama dengan pihak lain,” tegas Indra.

 

PKS Kota Malang sebagai Jembatan Informasi

Selain pendampingan, DPD PKS Kota Malang juga bertindak sebagai jembatan informasi bagi para peserta untuk mengakses program bantuan modal dari pemerintah. Meski tidak memberikan bantuan dana secara langsung, pihaknya aktif mengkoneksikan peserta dengan investor maupun program Kementerian.

“Alhamdulillah, tahun lalu ada sekitar 40 orang anggota kami yang berhasil mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp5 juta dari program Kementerian Pendidikan. Itu bukan pinjaman, benar-benar hibah,” ungkap Indra bangga.

 

Terbuka untuk Umum, Pendaftaran via Pengurus Kelurahan

Bagi warga Kota Malang yang tertarik untuk bergabung, pendaftaran program ini terbuka untuk umum. Informasi disebarluaskan melalui pengurus partai hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT.

“Kami lakukan seleksi untuk memastikan peserta benar-benar memiliki usaha dan siap mengikuti aturan main. Spirit kami adalah membangkitkan perekonomian warga Kota Malang, bukan sekadar mencari simpati politik,” pungkas Indra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *