Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali melahirkan lulusan berprestasi dengan capaian akademik dan riset yang membanggakan. Salah satunya adalah Shofia Jannatul Ma’rifah, lulusan Prodi Biologi Fakultas MIPA Kampus Hijau ini yang berhasil meraih IPK 3,99 dengan predikat cumlaude.
Tak hanya unggul secara akademik, Shofia juga mencuri perhatian melalui penelitian inovatif yang mengubah limbah kulit durian menjadi material antibakteri berbasis nanopartikel. Berkat prestasi tersebut, ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik ketiga pada Wisuda Periode ke-79 UNISMA Malang.
Kembangkan Antibakteri Ramah Lingkungan dari Kulit Durian
Inovasi yang dikembangkan Shofia tertuang dalam penelitian berjudul “Inovasi Antibakteri Nanopartikel Besi Berbasis Ekstrak Kulit Buah Durian secara In Vitro.”
Melalui penelitian tersebut, ekstrak kulit durian dimanfaatkan sebagai bioreduktor alami dalam proses sintesis nanopartikel besi. Pendekatan ini menghasilkan material antibakteri yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.
“Awalnya kami meneliti kandungan kulit durian melalui Program Kreativitas Mahasiswa. Dari hasil itu saya mengembangkan penelitian dengan memanfaatkan ekstraknya sebagai bioreduktor untuk menghasilkan nanopartikel besi,” ujar Shofia.
Menurutnya, pemanfaatan limbah kulit durian menjadi bahan bernilai tambah dapat membuka peluang pengembangan produk antibakteri berbasis sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.
Lulus Tanpa Skripsi Berkat Publikasi Jurnal SINTA 2
Prestasi Shofia tidak berhenti pada riset inovatif. Ia juga berhasil menyelesaikan studi tanpa menyusun skripsi melalui skema ekuivalensi berbasis publikasi ilmiah.
Kesempatan tersebut diperoleh setelah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diajukan berhasil mendapatkan pendanaan. Hasil risetnya kemudian dipublikasikan pada jurnal ilmiah terindeks SINTA 2.
“Jadi skripsi saya ini karena mengajukan PKM dan lolos pendanaan, kemudian hasil risetnya saya submit ke jurnal SINTA 2, akhirnya saya dapat ekuivalensi bebas skripsi,” jelasnya, Jumat (26/6/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas riset mahasiswa dapat menghasilkan luaran ilmiah yang diakui sekaligus mendukung penyelesaian studi.
Aktif Organisasi dan Mondok di Pesantren Kampus
Di tengah kesibukan akademik, Shofia tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia tercatat sebagai anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) dan Himpunan Mahasiswa Biologi.
Selain itu, ia juga tinggal di Pesantren Kampus Ainul Yaqin yang berada di lingkungan UNISMA Malang.
Padatnya aktivitas kuliah, organisasi, dan kegiatan pesantren membuatnya harus memiliki manajemen waktu yang baik. Disiplin menjadi prinsip utama yang selalu ia pegang.
“Sejak subuh saya sudah mulai setoran mengaji. Setelah itu kuliah sampai sore, lalu masih ada kegiatan organisasi. Kuncinya memang harus pintar mengatur waktu,” katanya.
Ingin Membahagiakan Orang Tua
Di balik berbagai prestasi yang diraih, Shofia mengaku memiliki motivasi sederhana, yakni membahagiakan kedua orang tuanya.
Ia ingin membalas perjuangan orang tua yang telah memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Saya hanya ingin membahagiakan orang tua saya, makanya saya melakukan apa yang terbaik sesuai kemampuan saya,” pungkasnya.
Prestasi Shofia menjadi contoh bahwa keberhasilan akademik dapat berjalan seiring dengan aktivitas organisasi, kehidupan pesantren, serta semangat menghasilkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat.
