Indonesiandaily.com – Ribuan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) mengubah buku menjadi bagian dari pertunjukan spektakuler dalam Opening Ceremony PKKMB UB 2026.
Secara serentak dan bergiliran, mereka mengangkat buku hingga membentuk gelombang manusia atau Human Wave. Dari berbagai sisi area, gerakan tersebut menciptakan visual yang mencolok sekaligus menjadi simbol kebersamaan mahasiswa baru.
Namun, atraksi itu bukan sekadar tontonan.
Di balik ribuan buku yang terangkat, panitia menyisipkan pesan tentang solidaritas, kepedulian lingkungan, nasionalisme. Hingga semangat menjadi bagian dari satu keluarga besar Brawijaya.
Koordinator acara, Azriel Firoz Okan, mengatakan buku sengaja dipilih karena merupakan barang yang lekat dengan keseharian mahasiswa.
“Kami memilih buku karena buku itu memang selalu dibawa mahasiswa baru. Harapannya juga tidak memberatkan mahasiswa baru untuk membawa barang-barang lain. Serta tidak menimbulkan sampah,” ujar Azriel.
Pilihan tersebut sekaligus memangkas kebutuhan penggunaan atribut tambahan yang berpotensi menghasilkan sampah.
Bukan Sekadar Atraksi
Human Wave PKKMB UB tahun ini dirancang lebih dinamis. Jika sebelumnya gerakan hanya dilakukan dari satu sisi area. Kali ini mahasiswa baru dari berbagai sisi dilibatkan secara serentak dan bergiliran.
Hasilnya, gelombang manusia bergerak menyebar dan membangun euforia Opening Ceremony.
Tetapi bagi panitia, nilai utama Human Wave justru terletak pada proses di baliknya.
Gerakan tersebut membawa tema “Kita Satu Brawijaya”. Pesannya sederhana, tetapi kuat: ribuan mahasiswa hanya mampu membentuk satu gelombang ketika. Yakni saat mereka bersedia melakukan hal yang sama secara bersama-sama.
“Human Wave hanya bisa terbentuk jika satu dan mahasiswa lainnya menggerakkan hal yang sama, mengangkat hal yang sama, dan bergerak secara bersama-sama dan serentak,” jelas Azriel.
Menurutnya, dari gerakan itu mahasiswa dapat melihat secara langsung pentingnya kerja sama. Juga tolong-menolong, dan saling membantu.
Dengan kata lain, Human Wave menjadi simulasi kecil tentang bagaimana kehidupan kampus harus dijalani. Tidak cukup hanya bergerak sendiri. Setiap individu harus mampu menyesuaikan langkah dengan lingkungan di sekitarnya.
Buku, Minim Sampah, Tetap Spektakuler
Pemilihan buku juga memperkuat identitas UB sebagai Green Campus.
Panitia menerapkan penggunaan buku tanpa sampul plastik untuk menekan penggunaan plastik selama kegiatan. Konsep tersebut membuat atraksi tetap spektakuler tanpa harus bergantung pada material sekali pakai.
Bukan hanya isu lingkungan. Formasi Human Wave juga dirancang menampilkan visual Merah Putih sebagai simbol nasionalisme.
Konsep Bookmob sendiri merupakan inovasi yang baru diterapkan dalam rangkaian PKKMB tahun ini.
Panitia sempat mempertimbangkan sejumlah konsep sebelum menjatuhkan pilihan pada buku. Pertimbangannya sederhana: mudah diterapkan, dekat dengan mahasiswa, tidak membutuhkan perlengkapan tambahan. Namun memiliki kekuatan visual ketika dimainkan secara massal.
First Impression Mahasiswa Baru
Bagi panitia, Opening Ceremony merupakan momentum penting karena menjadi salah satu kesan pertama mahasiswa baru terhadap UB.
Karena itu, berbagai pesan tidak hanya disampaikan melalui sambutan atau materi pengenalan. Pesan tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa.
“Opening Ceremony kan wajahnya RAJA Brawijaya, dimana posisi ini menjadi first impression dari mahasiswa baru ke RAJA Brawijaya,” kata Azriel.
Ia berharap konsep tersebut membuat mahasiswa baru tidak hanya menikmati kemeriahan pembukaan. Tapi juga menangkap nilai yang ingin dibangun UB.
“Harapannya semua pesan yang ingin disampaikan baik itu dari Green Campus maupun dari beberapa perspektif dapat tersampaikan kepada mahasiswa baru. Juga menyokong mereka untuk bisa berkuliah lebih semangat lagi ke depannya,” pungkasnya.
Ribuan buku pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar benda yang dibawa mahasiswa ke kampus.
Dalam satu gerakan, buku berubah menjadi simbol: tentang belajar, bergerak bersama, menjaga lingkungan, dan menjadi bagian dari Brawijaya.
