Refleksi 45 Tahun, Unisma Optimistis Tembus Kampus Kelas Dunia

Indonesiandaily.com- Momentum halalbihalal yang bertepatan dengan dimulainya Lustrum IX dimanfaatkan Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai titik refleksi sekaligus pijakan strategis untuk memperkuat arah pengembangan menuju perguruan tinggi berkelas dunia.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menegaskan bahwa penggabungan dua agenda tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif dalam meninjau perjalanan institusi sekaligus merancang masa depan. Pada usia ke-45 tahun, Unisma dinilai memasuki fase penting untuk memperkokoh fondasi sekaligus mempercepat langkah menuju target global.

“Capaian yang telah diraih saat ini menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh menuju World Class University,” ujarnya.

Ia menjelaskan, posisi Unisma terus menunjukkan tren positif. Pada 2026, kampus ini menempati peringkat 173 di kawasan Asia Tenggara serta berada di posisi ke-51 nasional berdasarkan pemeringkatan SCImago. Secara global, Unisma juga telah masuk dalam Asia University Ranking, meskipun masih berada pada klaster 1100.

Menurutnya, target masuk kategori World Class University pada periode 2027–2031 bukan hal yang mustahil, selama penguatan riset dan publikasi ilmiah terus ditingkatkan.

“Penelitian harus diikuti publikasi di jurnal internasional bereputasi, seperti yang terindeks Scopus atau Web of Science,” tegasnya.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Selain itu, setiap fakultas didorong mengembangkan pusat studi unggulan sebagai basis penguatan ekosistem akademik.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Unisma, Prof. Agus Sugianto, menilai tradisi halalbihalal memiliki peran penting dalam menjaga harmoni internal kampus. Ia menekankan bahwa momentum tersebut menjadi ruang rekonsiliasi untuk meredam potensi konflik.

“Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi wadah memperbaiki hubungan dan memperkuat kolaborasi di lingkungan akademik,” ujarnya.

Ia menambahkan, dinamika dan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah institusi. Namun, budaya saling menghargai dan kerja sama harus terus dijaga.

Dengan menggabungkan refleksi kelembagaan, penguatan budaya, dan strategi berbasis riset, Unisma menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *