Indonesiandaily.com- Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang, Prof. M. Mas’ud Said, mengingatkan potensi dampak luas dari konflik global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai eskalasi konflik tidak hanya berdampak pada wilayah perang, tetapi juga berimbas pada kehidupan masyarakat secara global.
Menurutnya, perang dapat memicu krisis ekonomi dan pangan yang dirasakan hingga ke tingkat rumah tangga.
“Dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Perang memengaruhi kehidupan keluarga, dunia pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari karena harga menjadi mahal, anggaran negara tertekan, dan ekonomi melemah,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
Ia menegaskan bahwa konflik bersenjata tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga menciptakan tekanan sosial dan ekonomi yang luas. Karena itu, ia mengajak para pemimpin dunia untuk lebih mengedepankan upaya perdamaian.
Dalam pandangannya, kontradiksi sikap sejumlah pemimpin dunia menjadi salah satu penyebab konflik terus berlanjut.
“Semua pihak menginginkan perdamaian, tetapi cara yang ditempuh justru melalui kekerasan. Ini menjadi refleksi bersama agar pendekatan yang digunakan benar-benar mengarah pada perdamaian sejati,” tuturnya.
Prof. Mas’ud juga menyoroti pentingnya solidaritas kawasan, khususnya di Asia Tenggara, sebagai langkah preventif menghadapi potensi konflik global.
“ASEAN harus tetap solid. Jika kawasan ini kuat, maka stabilitas regional dapat terjaga dan menjadi contoh bagi wilayah lain,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa potensi konflik antarnegara tetap ada, namun dapat diminimalkan melalui dialog, kerja sama, dan komitmen bersama dalam menjaga perdamaian.
“Jika konflik meluas, apalagi melibatkan senjata nuklir, dampaknya akan sangat besar bagi kehidupan manusia. Karena itu, semua pihak, termasuk akademisi dan pemimpin dunia, harus terus menyerukan perdamaian,” pungkasnya.
