Indonesiandaily.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mulai membuka jalan bagi mahasiswanya untuk merasakan langsung atmosfer pendidikan dan dunia kerja internasional. Sebanyak mahasiswa peserta Program Magang Internasional bersiap menjalani pengalaman tersebut di UTOK, Jepang.
Langkah itu ditandai melalui Upacara Pembukaan Magang Internasional yang digelar di Gedung Jurusan Teknik Mesin Polinema, Senin (7/9/2026).
Program ini tidak sekadar menjadi perjalanan ke luar negeri. Polinema mendorong mahasiswa menjadikan pengalaman di Jepang sebagai ruang untuk menguji kompetensi, membangun mental profesional, sekaligus memahami budaya kerja yang berbeda.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polinema, Prof. Dr. Eng. Rosa Andrie Asmara, S.T., M.T., meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
Menurutnya, pengalaman berada di lingkungan internasional dapat memberikan wawasan yang tidak selalu diperoleh mahasiswa hanya dari ruang kuliah.
“Mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mengenal budaya dan lingkungan kerja di Jepang,” ujar Prof. Rosa dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga kedisiplinan, sikap, serta nama baik Polinema selama berada di Jepang.
Pesan tersebut menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi. Mereka juga menjadi representasi institusi ketika berinteraksi dengan lingkungan pendidikan maupun profesional di Jepang.
Dari Kampus ke Lingkungan Internasional
Pembukaan program tersebut turut dihadiri Ketua Jurusan Teknik Mesin Polinema Ir. R. N. Akhsanu Taqwim, S.T., M.T., jajaran pimpinan jurusan, Timja Bidang 4, serta perwakilan UTOK.
Dari UTOK hadir Director UTOK Yu Segawa, Project Manager Reina Ono, serta Adelia Nila Kartikasari selaku Koordinator sekaligus Pengajar Bahasa Jepang.
Director UTOK Yu Segawa menyambut mahasiswa Polinema yang akan mengikuti program tersebut. Ia menyampaikan dukungan UTOK terhadap pelaksanaan magang internasional.
Suasana pembukaan kemudian bergerak lebih dekat dengan Jepang. Mahasiswa diajak mengenal lingkungan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka melalui pemutaran video mengenai Jurusan Teknik Mesin Polinema dan Nagasaki.
Tayangan tersebut menjadi gambaran awal sebelum mahasiswa benar-benar berada di Jepang.
Mahasiswa juga mendapat ruang untuk memperkenalkan diri. Mereka menyampaikan nama, asal, hingga alasan mengikuti program magang internasional.
Sesi ini sekaligus menjadi momentum membangun komunikasi awal antara mahasiswa Polinema dan pihak UTOK.
Seragam Jadi Simbol Dimulainya Perjalanan
Momen penting lainnya ditandai dengan penyerahan simbolis seragam Program Magang Internasional kepada mahasiswa.
Yu Segawa menyerahkan langsung seragam tersebut kepada peserta. Seragam itu menjadi simbol dimulainya perjalanan mahasiswa Polinema menuju pengalaman internasional di Jepang.
Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan foto bersama jajaran Polinema, perwakilan UTOK, dan mahasiswa peserta.
Bagi Polinema, program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman mahasiswa melampaui batas kampus.
Pengalaman belajar dan bekerja di Jepang diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman internasional semata. Mahasiswa diharapkan pulang dengan kompetensi yang lebih kuat, wawasan lintas budaya, serta kesiapan lebih matang menghadapi pasar kerja yang semakin terbuka secara global.
Dengan demikian, magang internasional menjadi salah satu cara Polinema menguji kesiapan mahasiswa sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja yang sesungguhnya.



