Indonesiandaily.com – Ketertarikan pada dunia teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa Zaenal Abidin, mahasiswa Prodi Teknik Elektro Universitas Islam Malang (UNISMA) Malang, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Bersama tim lintas disiplin, ia mengembangkan alat pengolah limbah cangkang kerang menjadi tepung kalsium sebagai bahan suplemen pakan ternak.
Zaenal mengaku memilih kuliah di UNISMA Malang karena melihat banyak peluang yang diberikan kampus kepada mahasiswa untuk berkembang. Salah satunya melalui berbagai program beasiswa, termasuk Scholarship Competition.
“Saya memilih UNISMA karena banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan mahasiswa, baik beasiswa maupun dukungan untuk mengembangkan inovasi,” ujarnya.
Selama kuliah, Zaenal aktif mendalami bidang teknik, robotika, dan pengembangan AI. Ketertarikan tersebut diwujudkan dengan mengikuti berbagai kompetisi di bidang teknologi.
Namun, melalui Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ia melihat peluang untuk menghadirkan inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Berawal dari Limbah Cangkang Kerang
Zaenal bersama tim menggagas pemanfaatan limbah cangkang kerang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut diolah menjadi tepung kalsium yang memiliki kandungan mineral tinggi dan berpotensi menjadi bahan campuran pakan ternak.
Tim ini di inisiasi oleh Zaenal Abidin dengan dosen pembimbing Dr. Ir. Umi Kalsum, M.P. dan Anang Habibi, S.S.T., M.T. Anggota tim berasal dari berbagai fakultas dan program studi, diantaranya Devina Intan, Neni Zulfatun, Nazilla K., Muhammad Ali, M. Usama serta belasan mahasiswa lainnya dari Teknik Elektro, Peternakan, Pendidikan Agama Islam, dan disiplin ilmu lainnya.
Zaenal mengatakan, “Kami ingin limbah yang selama ini tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.”
Gagasan pengembangan usaha tersebut berawal dari diskusi bersama para dosen pembimbing. Melalui proses pendampingan dan penyempurnaan konsep, ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah program inovasi yang diimplementasikan oleh tim mahasiswa, sebagai solusi pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan limbah.
Raih Pendanaan Rp120 Juta
Inovasi tersebut berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp120 juta, dari Program Mahasiswa Berdampak.
Dana itu digunakan untuk mengembangkan alat sekaligus mengimplementasikannya di Desa Semiring, Kabupaten Situbondo, sejak September 2025 hingga Januari 2026.
Tidak hanya memasang alat, tim mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada masyarakat. Mereka menyosialisasikan cara penggunaan alat. Sekaligus membagikan buku panduan agar warga mampu mengoperasikan teknologi tersebut secara mandiri.
Pendampingan dilakukan agar masyarakat dapat mengolah limbah cangkang kerang menjadi tepung kalsium, yang siap dimanfaatkan sebagai suplemen pakan ternak.
Masih Tahap Pengembangan
Meski teknologi telah diterapkan di masyarakat, produk tersebut belum dipasarkan secara komersial.
Saat ini, tim masih fokus menyempurnakan kualitas produk, memperkuat branding. Serta menyiapkan strategi pemasaran agar mampu bersaing ketika masuk ke pasar.
“Tantangan kami sekarang bukan lagi membuat produknya, tetapi bagaimana membangun branding. Juga strategi pemasaran, dan memperkuat SDM agar usaha ini bisa berkelanjutan,” ungkap Zaenal.
Karena masih dalam tahap pengembangan, usaha tersebut juga belum menghasilkan pendapatan untuk menopang biaya operasional.
Hasil evaluasi menunjukkan perlunya memperluas jaringan kemitraan dan memperkuat strategi pemasaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk. Sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.
UNISMA Dorong Mahasiswa Menjadi Wirausaha
Keberhasilan tim Mahasiswa Berdampak menjadi bagian dari komitmen UNISMA Malang. Dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi.
Kampus ini mendorong dosen untuk membuka ruang konsultasi bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha, maupun mengembangkan bisnis berbasis riset.
Selain itu, UNISMA Malang juga memberikan pendampingan kepada berbagai usaha rintisan mahasiswa. Agar mampu berkembang menjadi bisnis yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui ekosistem tersebut, kampus berharap semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya menjadi lulusan siap kerja. Tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
