Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menerjunkan 4.134 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Pelepasan ribuan mahasiswa tersebut berlangsung di Dome UMM, dengan mengusung misi memperkuat pemberdayaan masyarakat desa. Yakni melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi potensi lokal secara berkelanjutan.
Tak hanya menjangkau berbagai daerah di Indonesia, KKN UMM tahun ini juga merambah tingkat internasional. Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan peserta. Kampus Putih ini memastikan seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN telah mendapatkan perlindungan asuransi BPJS selama menjalankan pengabdian di lapangan.
Empat Skema KKN, Jangkau Desa hingga Luar Negeri
Program KKN 2026 UMM dibagi dalam empat skema utama yang dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 1.707 mahasiswa mengikuti KKN Muhammadiyah Aisyiyah (MAs) bersama peserta dari 58 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.
Selain itu, sebanyak 2.370 mahasiswa diterjunkan melalui skema KKN Berdampak yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat berbasis potensi lokal.
UMM juga mengirimkan 57 mahasiswa dalam program KKN Internasional Berdampak yang dilaksanakan di luar negeri. Sebagai bagian dari penguatan jejaring global sekaligus pengabdian lintas negara.
Sementara itu, 10 mahasiswa terbaik mendapat amanah mengikuti program KKN GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem). Ini untuk membantu percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Rektor: KKN Adalah Laboratorium Sosial Nyata
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium sosial yang menguji kemampuan mahasiswa. Terutama dalam menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa, yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Program ini pada prinsipnya adalah upaya mewujudkan gerakan nyata yang sistematis dan holistik. Agar kelak terbentuk pribadi berkarakter tangguh yang mampu memberi solusi bagi kemajuan kehidupan masyarakat,” tegas Nazaruddin.
Ia menjelaskan, semangat tersebut selaras dengan tiga pilar utama UMM, yakni Excellence Solution Service, Industrial Partnership, dan Talent Incubator, yang menjadi fondasi pengembangan lulusan Kampus Putih.
LLDIKTI VII: Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menilai pelaksanaan KKN menjadi wujud nyata transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak bagi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas. Tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kalian adalah agen perubahan yang harus menghadirkan kompetensi dan kepedulian. Sehingga manfaat pendidikan tinggi benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Muhammadiyah: Ukur Keberhasilan dari Manfaat untuk Masyarakat
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Budaya, dan Olahraga, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., mengingatkan bahwa keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan. Melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Ia meminta mahasiswa mampu beradaptasi dengan budaya lokal, membangun kedekatan dengan warga, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan. Mulai dari literasi keuangan, pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi secara bijaksana.
“Ukuran keberhasilan pengabdian bukan terletak pada tebalnya laporan kegiatan. Tetapi sejauh mana kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
