Indonesiandaily.com – Prodi Magister (S2) Farmasi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan pendidikan farmasi berbasis riset. Meski tergolong jurusan baru, S2 Farmasi telah ditopang oleh tujuh dosen bergelar doktor dan satu profesor yang aktif menghasilkan inovasi di bidang kefarmasian.
Kekuatan sumber daya manusia tersebut menjadi modal penting bagi UIN Malang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik. Namun juga mampu menjadi peneliti dan profesional yang berkontribusi bagi dunia kesehatan.
Ketua Program Studi S2 Farmasi UIN Malang, Burhan Ma’arif Z.A., mengatakan kualitas dosen menjadi salah satu keunggulan utama program yang berdiri sejak Oktober 2025 tersebut.
“Kami didukung tujuh doktor dan satu profesor dengan pengalaman penelitian yang kuat. Ini menjadi bekal penting untuk membimbing mahasiswa menghasilkan riset yang berkualitas,” ujar Burhan.
Ia menjelaskan, para dosen aktif memperoleh hibah penelitian dari berbagai lembaga, mulai dari internal UIN Malang, Kementerian Agama, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kondisi itu membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai proyek penelitian.
Menurut Burhan, mahasiswa juga memiliki kesempatan besar memperoleh dukungan pendanaan. Teruntuk penelitian tesis melalui kolaborasi dengan riset dosen.
“Kami memang tidak menjanjikan seluruh tesis pasti dibiayai, tetapi peluang mendapatkan dukungan pendanaan sangat besar. Bahkan beberapa penelitian bisa dibiayai hingga 100 persen melalui hibah riset dosen,” katanya.
Keunggulan lain yang dimiliki S2 Farmasi UIN Malang adalah ekosistem riset yang telah mengarah pada hilirisasi. Sejumlah produk hasil penelitian dosen telah mengantongi izin BPOM dan berhasil dipasarkan kepada masyarakat.
Hal itu membuat mahasiswa lebih mudah menentukan topik penelitian yang aplikatif. Sekaligus mempercepat penyelesaian tesis karena dapat bergabung dalam riset yang telah berjalan.
Selain memperkuat budaya riset, S2 Farmasi UIN Malang juga mempersiapkan lulusannya menjadi akademisi, dosen, peneliti. Serta tenaga profesional di industri farmasi maupun rumah sakit.
“Lulusan kami memang lebih diarahkan menjadi dosen, akademisi, peneliti, maupun profesional di industri farmasi dan rumah sakit. Terutama yang membutuhkan kualifikasi magister untuk pengembangan karier,” jelas Burhan.
Sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), program ini juga memiliki distingsi pada bidang farmasi halal dan kesehatan haji. Keunggulan tersebut diintegrasikan ke dalam kurikulum, kegiatan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Dengan dukungan tujuh doktor, satu profesor, budaya riset yang kuat, serta peluang pendanaan penelitian yang luas. S2 Farmasi UIN Malang optimistis mampu melahirkan akademisi dan peneliti unggul. Mereka disiapkan untuk menjawab tantangan perkembangan ilmu kefarmasian di tingkat nasional maupun global.
