Angkat Kearifan Lokal, Mahasiswa UNISMA Kembangkan Batik Capung di Pujon Kidul

Indonesiandaily.com- Mahasiswa KSM Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA) kelompok 41 menginisiasi program pembuatan batik motif capung di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya desa.

Kepala Desa Pujon Kidul, Hartoko, menjelaskan bahwa desa tersebut tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki kekayaan budaya berupa batik khas.

“Motif capung dipilih karena memiliki filosofi kesederhanaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, capung dikenal sebagai indikator kebersihan air dan kerap terlihat melayang di atas permukaan air dengan gerakan lembut.

“Simbol capung mencerminkan kepekaan terhadap lingkungan serta kemampuan menghadirkan ketenangan dari dalam diri,” jelasnya.

Dalam praktiknya, proses pembuatan batik dilakukan secara bertahap, mulai dari menggambar motif di atas kain, pewarnaan, penguncian warna menggunakan waterglass, perebusan untuk menghilangkan malam, hingga tahap akhir berupa penjemuran.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Salah satu perajin, Arafah, menyebutkan bahwa produksi batik dilakukan secara rutin dengan menggunakan peralatan sederhana.

“Prosesnya dimulai dari menggambar pola di kain putih, kemudian diberi warna, dikunci, direbus untuk menghilangkan lilin, dan terakhir dijemur hingga kering,” terangnya.

Produk batik yang telah memenuhi standar kualitas kemudian dipasarkan di kawasan wisata setempat, salah satunya di kafe sawah yang banyak dikunjungi wisatawan.

“Batik ini dipasarkan di lokasi wisata agar pengunjung mengetahui potensi lain desa kami,” pungkasnya.

Program ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Desa Pujon Kidul kepada khalayak lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *