Indonesiandaily.com – Perjuangan panjang yang dipenuhi kegagalan, penolakan, hingga kehilangan orang tercinta akhirnya mengantarkan Maghfira Alvarizma Haris atau yang akrab disapa Alfavira, alumnus Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjadi finalis MasterChef Indonesia Season 13.
Keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan. Selama bertahun-tahun, Alfavira terus mencoba mengikuti ajang memasak bergengsi itu tanpa pernah kehilangan semangat, hingga akhirnya memperoleh kesempatan emas melalui special invitation untuk mengikuti city audition di Jakarta.
Kecintaan Alfavira terhadap dunia kuliner telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengaku terinspirasi setelah menyaksikan tayangan MasterChef Indonesia sejak musim pertama dan mulai memupuk mimpi untuk suatu hari berdiri di galeri MasterChef sebagai peserta.
“Sebenarnya aku memang dari kecil suka masak. Dari MasterChef season pertama aku masih SD, aku suka nonton. Dari situ aku berharap, suatu saat aku mau ikut MasterChef,” ungkap Alfavira.
Kejar Mimpi
Perjalanan mengejar mimpi dimulai pada 2019 ketika masih menjadi mahasiswa UMM. Saat itu ia mendaftar MasterChef Indonesia Season 6, tetapi gagal lolos ke tahap audisi. Penolakan tersebut tidak membuatnya berhenti. Ia terus mendaftar pada musim-musim berikutnya meski berkali-kali mengalami kegagalan.
Perjuangan tanpa lelah itu akhirnya membuahkan hasil pada Season 13. Menariknya, saat kesempatan datang, Alfavira mengaku justru tidak lagi terlalu ambisius seperti sebelumnya.
“Sampai akhirnya di 2025 aku coba daftar lagi. Waktu itu justru aku sudah tidak seambisi sebelumnya. Aku cuma berpikir, coba saja dulu. Alhamdulillah ternyata rezekinya datang, aku dapat special invitation,” tuturnya.
Ikut Kompetisi Kuliner
Kesempatan tersebut datang di tengah kesibukannya mengikuti kompetisi kuliner nasional The Salon Culinaire. Ia harus membagi waktu antara mempersiapkan audisi MasterChef dan mengikuti perlombaan tersebut. Usahanya membuahkan hasil manis. Alfavira sukses meraih Silver Medal di The Salon Culinaire sekaligus lolos menjadi peserta MasterChef Indonesia Season 13.
Di balik pencapaian itu, Alfavira juga menghadapi ujian berat. Tepat menjelang audisi, ia harus kehilangan sang ayah yang selama ini menjadi pendukung terbesar dalam hidupnya. Meski diliputi duka, ia tetap memilih melangkah demi mewujudkan impian sekaligus membanggakan mendiang ayahnya.
Selama menempuh pendidikan di UMM, Alfavira aktif mengembangkan kemampuan di bidang kuliner. Ia dipercaya menjadi pengajar di UMM Bakery dengan tugas melakukan riset serta pengembangan resep yang kemudian diajarkan kepada karyawan maupun mahasiswa magang.
Berkarier di Industri Kuliner
Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya di bidang pastry sekaligus meningkatkan rasa percaya diri untuk berkarier di industri kuliner. Kini, selain berhasil menjadi finalis MasterChef Indonesia Season 13, Alfavira juga mengembangkan usaha bakery miliknya sendiri sebagai wujud dari mimpi yang terus ia perjuangkan.
Menutup kisah inspiratifnya, Alfavira mengajak generasi muda agar tidak ragu mengambil setiap peluang yang datang, meski jalan menuju impian dipenuhi tantangan.
“Ambil setiap kesempatan yang ada. Hasilnya baru akan kita tahu setelah semuanya terjadi. Jadi jangan takut untuk mencoba,” tutupnya.
