Indonesiandaily.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) memperkuat jejaring akademik internasional dengan menerima dua mahasiswa inbound dari Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili, Timor-Leste.
Kedua mahasiswa tersebut, Joaquina Pacheco de Araujo dan Graziela do Rosario Ferreira, akan mengikuti proses pembelajaran di Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UB selama satu semester pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Program inbound ini menjadi bagian dari upaya FISIP UB memperluas pengalaman akademik sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa Indonesia dan Timor-Leste.
Perkuat Jejaring Akademik Indonesia-Timor-Leste
Keduanya secara resmi diterima Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, SE., M.Si., dalam kegiatan penyambutan pada 11 Agustus 2026.
Sebelumnya, Joaquina dan Graziela diantar langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili, Cesaltina Angela Soares, L.CP., M.Si., untuk memulai program inbound di Universitas Brawijaya.
Ahmad Imron Rozuli menyambut positif kehadiran mahasiswa Universitas Dili tersebut. Menurutnya, program inbound tidak sekadar memberikan kesempatan belajar di kampus berbeda.
Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang untuk membangun jejaring internasional, memperluas wawasan dan memperkuat pemahaman lintas budaya.
“Kami menyambut dengan sangat baik kehadiran Joaquina dan Graziela di FISIP Universitas Brawijaya. Selama satu semester ke depan, kami berharap keduanya dapat memperoleh pengalaman akademik yang berharga,” ujar Ahmad, Selasa (18/8/2026).
Ia berharap kedua mahasiswa tersebut dapat aktif berinteraksi dengan mahasiswa dan sivitas akademika FISIP UB.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa Timor-Leste juga memberikan pengalaman berharga bagi FISIP UB. Interaksi tersebut dapat memperkaya perspektif dalam memahami persoalan sosial dan politik di kawasan Asia Tenggara.
“Internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama di atas dokumen, tetapi juga melalui perjumpaan langsung antarmahasiswa dan akademisi,” katanya.
Ahmad menilai proses belajar bersama dapat menjadi sarana untuk saling memahami, bertukar perspektif dan membangun jejaring akademik yang bermanfaat pada masa mendatang.
Universitas Dili Apresiasi Sambutan FISIP UB
Dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili, Cesaltina Angela Soares, menyampaikan apresiasi atas penerimaan FISIP UB terhadap Joaquina dan Graziela.
Ia menilai kesempatan belajar selama satu semester di Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UB akan memberikan pengalaman penting bagi kedua mahasiswa.
Selain memperluas wawasan akademik, program tersebut juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada FISIP Universitas Brawijaya yang telah menerima mahasiswa kami dengan sangat baik,” ujar Cesaltina.
Menurutnya, program inbound menjadi kesempatan bagi Joaquina dan Graziela untuk belajar serta beradaptasi dengan lingkungan akademik baru.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif keduanya dan dibawa kembali ke Universitas Dili.
Cesaltina juga berharap kerja sama antara Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili dan FISIP UB semakin berkembang.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk pertukaran mahasiswa, tetapi juga melalui berbagai kegiatan akademik lainnya,” katanya.
Belajar Bersama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan
Selama mengikuti program inbound, Joaquina dan Graziela akan menjalani berbagai kegiatan akademik bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UB.
Keduanya tidak hanya mengikuti pembelajaran di ruang kelas. Mereka juga diharapkan dapat terlibat dalam kehidupan akademik dan lingkungan kampus FISIP UB.
Kehadiran mahasiswa dari Timor-Leste menjadi momentum untuk mempertemukan perspektif akademik dari dua negara bertetangga.
Interaksi tersebut diharapkan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu sosial dan politik dalam perspektif kawasan.
Program inbound sekaligus menjadi wujud komitmen FISIP UB dalam memperluas kolaborasi internasional.
Melalui pertukaran mahasiswa, FISIP UB terus membuka ruang perjumpaan akademik lintas negara. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi global mahasiswa dan membangun perspektif yang lebih terbuka terhadap berbagai persoalan sosial dan politik.
