Indonesia di BRICS: Peluang Ekspor, Investasi, dan Lapangan Kerja Baru

Indonesia di BRICS: Peluang Ekspor, Investasi, dan Lapangan Kerja Baru

Indonesiandaily.com – Bergabungnya Indonesia dalam kelompok ekonomi BRICS dinilai menjadi langkah strategis memperluas pasar ekspor, meningkatkan investasi, serta membuka peluang lapangan kerja baru di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Penilaian itu disampaikan Guru Besar Bidang Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM), Prof. Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si., Sabtu (26/4).

BRICS merupakan forum kerja sama ekonomi yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

“Blok ini dikenal memiliki jumlah penduduk besar, pasar luas, sumber daya melimpah, serta pengaruh kuat terhadap perdagangan dan investasi internasional,” terangnya.

Masuknya Indonesia menjadi salah satu anggotanya, menurut Imam, membuka ruang interaksi yang lebih luas dengan sesama negara anggota yang memiliki kapasitas pasar besar dan pertumbuhan ekonomi tinggi.

“Dengan bergabung di BRICS, Indonesia memiliki ruang interaksi yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Greeting Lebaran Rddy Wahyono

Kondisi tersebut, lanjut Imam, dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar produk nasional sekaligus memperoleh kebutuhan strategis dengan harga yang lebih kompetitif.

Dampaknya tambah Imam adalah meningkatnya arus investasi ke Indonesia. Kerja sama antaranggota BRICS dapat mendorong lahirnya berbagai skema investasi baru di sektor industri, infrastruktur, hingga perdagangan.

“Ketika kegiatan ekonomi internasional semakin luas, investor akan melihat Indonesia sebagai negara yang prospektif. Ini bisa menciptakan kesempatan kerja dan mendorong ekonomi daerah,” katanya.

Imam menambahkan, manfaat keanggotaan BRICS seharusnya juga dirasakan masyarakat luas, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Menurutnya, UMKM Indonesia berpeluang menembus pasar internasional melalui produk unggulan lokal seperti makanan olahan, fesyen, dan kerajinan tangan.

“UMKM kita punya potensi besar. Jika didukung kebijakan yang tepat, produk ekonomi rakyat bisa naik kelas dan menjangkau pasar global,” tegasnya.

Selain itu, kerja sama perdagangan juga dinilai dapat membantu menjaga pasokan kebutuhan strategis seperti energi dan pangan, sehingga berkontribusi terhadap stabilitas harga di dalam negeri.

Meski demikian, Imam mengingatkan pemerintah agar tidak melihat keanggotaan BRICS sebatas simbol politik ekonomi.

“Diperlukan strategi konkret agar manfaat yang diperoleh benar-benar maksimal,” jelasnya.

Ia menilai pemerintah harus segera memetakan sektor unggulan nasional yang siap dipasarkan ke negara-negara anggota BRICS, sekaligus mempercepat reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi investasi.

“Kita harus tahu kekuatan ekonomi kita apa. Produk apa yang bisa dijual ke pasar global, dan kebijakan apa yang membuat investor nyaman masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Imam juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah agar peluang investasi dan perdagangan dapat terserap hingga ke wilayah-wilayah produksi.

“Keanggotaan ini harus menjadi jalan untuk memperkuat investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *