Indonesiandaily.com – Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kualitas pendidikan kedokteran melalui pemutakhiran kurikulum.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Pemutakhiran Kurikulum yang digelar di Mini Hall Gedung Ar-Rahim, Kampus FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Lokakarya menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi sekaligus menyusun arah kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu kedokteran, kebutuhan layanan kesehatan, serta dinamika pendidikan profesi dokter.
Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad.(K), secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Yuyun menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran. Khususnya di Program Studi Profesi Dokter yang telah meraih akreditasi unggul.
“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada seluruh stakeholders yang berkenan hadir dan menyukseskan acara ini. Mulai dari Rumah Sakit Pendidikan Utama, Rumah Sakit Jejaring, Puskesmas. Hingga alumni yang ikut andil demi kemajuan Prodi Profesi Dokter FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” ujarnya.
Libatkan Rumah Sakit, Puskesmas hingga Alumni
Pemutakhiran kurikulum tidak hanya melibatkan unsur internal fakultas. Sejumlah mitra pendidikan dan layanan kesehatan turut dilibatkan. Terutama untuk memberikan perspektif berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Program Studi Profesi Dokter, Ketua Prodi Pendidikan Dokter, Ketua UMHPE, Ketua UPK Prodi Pendidikan Dokter, Gugus Jaminan Mutu Prodi Profesi Dokter, dosen, serta dokter pendidik klinis.
Dari unsur mitra, hadir Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RS Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang; Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan RSUD Karsa Husada Batu; Ketua Komkordik RSUD Karsa Husada Batu; Ketua Departemen Forensik RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
Selain itu, turut hadir Kepala Puskesmas Batu, Kepala Puskesmas Junrejo, serta perwakilan alumni.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya relevan secara akademik. Tetapi juga selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Hadirkan Pakar Pendidikan Kedokteran
Lokakarya juga menghadirkan pakar pendidikan kedokteran, dr. Atik Maftuhah, MHPE, sebagai narasumber utama.
Agenda diawali dengan pemaparan rancangan kurikulum baru oleh Sekretaris Prodi Profesi Dokter. Sekaligus Tim Kurikulum Prodi, dr. Putri Wulan Akbar, M.Ked.Trop., Sp.PK.
Pemaparan tersebut menjadi pijakan awal untuk melihat arah pengembangan kurikulum. Sebelum peserta memasuki sesi pembahasan lebih mendalam.
Selanjutnya, dr. Atik Maftuhah, MHPE, menyampaikan materi mengenai implementasi kurikulum pada program studi profesi dokter. Sekaligus berbagai tantangan yang diperkirakan muncul pada masa mendatang.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan unsur akademisi dan mitra pendidikan klinis. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi yang dipandu Ketua Prodi Profesi Dokter, dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infect.Dis., Ph.D.
Siapkan Dokter Kompeten dan Berintegritas
Pemutakhiran kurikulum menjadi bagian dari upaya FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memastikan proses pendidikan profesi dokter. Khususnya yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Kurikulum yang adaptif diharapkan dapat memperkuat keterampilan akademik, profesionalisme, integritas. Serta kemampuan klinis mahasiswa sebelum memasuki dunia pelayanan kesehatan.
Melalui proses tersebut, Prodi Profesi Dokter FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya. Khususnya untuk menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas.
Lulusan diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Pemutakhiran kurikulum pun tidak berhenti pada perubahan struktur pembelajaran. Lebih jauh, langkah ini menjadi investasi akademik untuk memastikan pendidikan dokter tetap relevan. Juga berkualitas, dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masa depan.
