Indonesiandaily.com – Berawal dari Minder, Kevin Jadi Lulusan Terbaik Elektro ITN Malang dengan IPK 3,86
Rasa minder karena hanya lulusan SMA sempat menghantui Kevin Nadiian Pratama ketika memilih kuliah di Program Studi Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang).
Ia merasa kalah pengalaman dibanding mahasiswa yang datang dari SMK dan sudah terbiasa dengan praktik teknik. Namun, keraguan itu justru menjadi pemicu Kevin untuk lebih banyak belajar.
Kini, mahasiswa asal Kota Malang tersebut membuktikan hasilnya. Kevin tercatat sebagai lulusan terbaik Teknik Elektro pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 dengan IPK 3,86.
“Masuk elektro sempat ragu karena saya dari SMA dan merasa tidak punya skill praktis,” kata Kevin.
Alih-alih menyerah, Kevin aktif mendatangi laboratorium dan belajar dari mahasiswa senior. Ia juga memanfaatkan kesempatan memperoleh Beasiswa KIP-Kuliah untuk mendukung kebutuhan akademiknya.
“Uang saku KIP saya pakai betul-betul untuk kebutuhan kuliah,” ujarnya.
Rancang Sistem Deteksi Banjir
Pencapaian Kevin tidak hanya tercermin dari IPK. Skripsinya juga berangkat dari persoalan yang dekat dengan masyarakat, yakni potensi banjir.
Bersama tim, ia mengembangkan prototipe sistem pemantauan ketinggian air sungai multi-node berbasis LoRa dan Internet of Things (IoT).
Sistem tersebut menggunakan lima node sensor untuk memantau kondisi sungai di sejumlah titik. Teknologi LoRa dipilih agar data tetap dapat dikirim ketika jaringan internet seluler sulit dijangkau.
Ketika ketinggian air melewati batas aman, sistem mengirimkan peringatan dini secara otomatis melalui Telegram kepada warga atau petugas.
Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sensor mencapai 99,85 persen. Pengiriman notifikasi bahaya juga berlangsung kurang dari tiga detik.
“Karena di lapangan sering tidak ada sinyal internet, pengiriman data antar-titik sensor ke node pusat memakai jaringan LoRa,” jelasnya.
Riset tersebut dibimbing Prof. Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST., MT. dan Dr. Michael Ardita, ST., MT.
Untuk menguji sistem, Kevin dan tim bahkan membuat miniatur lintasan sungai menggunakan talang air sekaligus melakukan simulasi kondisi aliran.
Kuliah, Organisasi hingga Karang Taruna
Di luar akademik, Kevin juga aktif mengembangkan pengalaman organisasi. Ia pernah menjadi asisten Laboratorium Sistem Pengukuran dan Instrumentasi (SPDI) serta Ketua Bidang UKM Lembaga Dakwah Islamiyah (LDI).
Ia juga terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta melalui pengembangan wireless charging berbasis panel surya.
Pengalaman kepemimpinannya berlanjut di masyarakat. Kevin dipercaya menjadi Ketua Karang Taruna Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, untuk periode 2023–2027.
Ia juga mengikuti program MBKM Studi Independen MSIB di Indobot Academy.
Menurut Kevin, kunci menjaga prestasi akademik sekaligus aktif berorganisasi adalah menentukan prioritas.
“Kuliah tetap nomor satu. Kegiatan di luar untuk mengisi waktu luang dan memperluas relasi,” katanya.
Setelah menyelesaikan yudisium, Kevin kini mulai memasuki fase baru. Ia telah mendapat panggilan untuk mengikuti tahap wawancara di salah satu perusahaan industri.
Bagi putra pasangan Sugiono dan Tutik Sumarni itu, kelulusan bukan sekadar akhir masa kuliah. Ini menjadi pembuktian bahwa keterbatasan pengalaman saat masuk kampus bukan penghalang untuk berkembang.
“Sekarang tinggal membuktikan skill ini di dunia kerja nyata,” pungkasnya.



