PLANAR 2026 Dorong Farmasi Presisi, dari Target Obat hingga Dampak bagi Manusia

PLANAR 2026 Dorong Farmasi Presisi, dari Target Obat hingga Dampak bagi Manusia

Indonesiandaily.com – Masa depan farmasi tidak lagi semata ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang mampu dikembangkan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan teknologi tersebut mampu menghadirkan terapi yang tepat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi manusia.

Gagasan itu mengemuka dalam pelaksanaan The 6th International Pharmacy Ulul Albab Conference and Seminar (PLANAR) 2026 yang mengangkat tema “Inovasi dalam Penghantaran Obat yang Terarah (Targeted Drug Delivery)”.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, PW., M.Kes., Sp.Rad.(K), menilai tema tersebut merepresentasikan tantangan farmasi modern.

Menurutnya, teknologi penghantaran obat telah bergerak jauh dari sekadar memastikan obat masuk ke dalam tubuh. Fokusnya kini bergeser pada bagaimana terapi dapat diarahkan menuju sasaran yang tepat.

Ketepatan tersebut mencakup lokasi target, waktu penghantaran, hingga dosis yang dibutuhkan. Dengan pendekatan itu, terapi diharapkan bekerja lebih optimal sekaligus menekan risiko efek samping.

Namun, Prof. Yuyun mengingatkan bahwa kemajuan teknologi kesehatan tidak seharusnya dilepaskan dari dimensi kemanusiaan.

Teknologi Farmasi Perlu Memiliki Nilai

Di lingkungan UIN Malang, perkembangan sains ditempatkan dalam kerangka paradigma Ulul Albab. Karena itu, kemampuan akademik dan teknologi perlu berjalan bersama tanggung jawab moral serta kepedulian terhadap manusia.

“Keunggulan dalam sains harus disertai dengan kedalaman intelektual, tanggung jawab etis, spiritualitas, dan kepedulian terhadap kemanusiaan,” ujar Prof. Yuyun.

Menurut dia, inovasi farmasi tidak cukup berhenti pada pertanyaan tentang apa yang bisa diciptakan. Peneliti juga perlu memikirkan siapa yang akan memperoleh manfaat dari inovasi tersebut.

Pertanyaan itu menjadi penting ketika teknologi kesehatan berkembang semakin cepat. Inovasi yang lahir dari laboratorium idealnya tidak berhenti sebagai pencapaian akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat.

PLANAR Jadi Ruang Bertemunya Gagasan

Dalam konteks tersebut, PLANAR 2026 dinilai memiliki posisi strategis. Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang pemaparan hasil penelitian, tetapi juga tempat bertemunya peneliti, akademisi, mahasiswa, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan farmasi.

Pertukaran gagasan diharapkan dapat membuka peluang penelitian lintas bidang. Dari forum semacam ini, gagasan baru dapat berkembang menjadi riset kolaboratif dan inovasi yang lebih aplikatif.

Prof. Yuyun juga mendorong mahasiswa dan peneliti muda agar tidak menjadi peserta pasif dalam konferensi.

PLANAR, menurutnya, perlu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, mempertanyakan gagasan yang berkembang, berdiskusi, hingga membangun jejaring dengan peneliti lain.

“Future of pharmacy will be determined by researchers who are not only scientifically competent, but also creative, ethical, collaborative, and strongly committed to improving human health,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam menentukan arah perkembangan farmasi pada masa mendatang.

Dari Inovasi Menuju Pelayanan Kesehatan

Di penghujung sambutannya, Prof. Yuyun menyampaikan apresiasi kepada panitia, Program Studi Sarjana Farmasi, mitra, sponsor, dan seluruh peserta PLANAR 2026.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi ilmiah selama konferensi. Hasil pertukaran pengetahuan diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian dan inovasi yang memiliki manfaat lebih luas.

Bagi FKIK UIN Malang, pengembangan farmasi menjadi bagian dari upaya membangun keilmuan yang tidak hanya mengejar kecanggihan teknologi.

Target akhirnya adalah menghadirkan inovasi yang presisi, etis, dapat diterapkan, dan mampu mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik serta merata.

Dengan perspektif tersebut, targeted drug delivery tidak hanya berbicara tentang bagaimana obat mencapai sasaran biologisnya. Lebih jauh, inovasi farmasi juga dituntut memiliki satu sasaran utama: memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesehatan dan kehidupan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *