Indonesiandaily.com — Forum Free Program Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) dan Gathering 2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menjadi ruang untuk membicarakan persoalan profesi akuntansi yang selama ini jarang disorot.
Forum tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin. Pertemuan itu justru membuka diskusi mengenai rumitnya jalur menjadi auditor. Sekaligus ironi peluang kerja di bidang akuntansi yang luas tetapi belum banyak diminati lulusan.
Kegiatan tersebut mempertemukan FEB Unisma dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur Komisariat Malang Raya serta Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI).
Pertemuan ini menunjukkan masih adanya jarak antara pendidikan akuntansi di perguruan tinggi, dengan kebutuhan riil dunia kerja.
Di satu sisi, perguruan tinggi terus menghasilkan sarjana akuntansi. Namun, di sisi lain, akses menuju profesi inti seperti auditor publik masih menghadapi berbagai tantangan.
Dekan FEB Unisma, Afifudin, S.E., M.SA., Ak., CA., CPA., mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian kalangan akademisi dan organisasi profesi.
Menurutnya, pembenahan perlu dilakukan secara bersama agar kompetensi lulusan akuntansi, semakin sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
“Kegiatan ini adalah satu wujud implementasi kerja sama perguruan tinggi dengan profesi. Baik itu IAI maupun IAPI untuk meningkatkan kompetensi SDM di kampus agar inline dengan kondisi di lapangan,” ujar Afifudin.
Perkuat Kolaborasi Kampus dan Profesi
Afifudin menilai kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebenarnya telah memberikan ruang bagi mahasiswa. Khususnya untuk mengenal dunia kerja lebih dekat.
Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis melalui berbagai bentuk pembelajaran di luar kampus. Namun, peluang tersebut perlu diperkuat dengan keterlibatan organisasi profesi.
Tanpa kolaborasi yang erat antara kampus dan dunia profesi, pengalaman mahasiswa dikhawatirkan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan industri.
Karena itu, FEB Unisma mendorong hubungan yang lebih erat dengan IAI dan IAPI. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempertemukan kompetensi akademik dengan standar profesional.
Forum PPL dan Gathering 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan antara akademisi dan praktisi.
Forum ini menjadi momentum untuk membaca kembali arah pendidikan akuntansi, memperluas akses mahasiswa terhadap profesi. Serta membuka peluang agar lulusan tidak hanya memiliki gelar, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Bagi FEB Unisma, penguatan sinergi dengan organisasi profesi menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia akuntansi. Terutama yang lebih adaptif dan siap memasuki dunia profesional.
