Politikus PKS Indra Permana Dorong Transformasi Tiga BUMD Kota Malang

Politikus PKS Indra Permana Dorong Transformasi Tiga BUMD Kota Malang

Indonesiandaily.com — Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Malang didorong tidak sekadar mengejar laba, tetapi menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS, Dr. H. Indra Permana, SE, MM. Ia melihat tiga BUMD daerah memiliki karakter dan potensi berbeda yang dapat dikembangkan menjadi satu ekosistem ekonomi.

“Profit penting, tetapi pelayanan dan dampak positif kepada masyarakat tetap nomor satu,” kata Indra.

Menurutnya, Perumda Air Minum Tugu Tirta dapat diarahkan menjadi pengelola ekosistem air, Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) dikembangkan melalui bisnis pangan dan rantai pasok, sedangkan PT BPR Tugu Artha Sejahtera diperkuat sebagai lembaga pembiayaan ekonomi rakyat.

Tugu Tirta dan Keberlanjutan Air 

Indra menilai Tugu Tirta memiliki posisi strategis karena mengelola kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, orientasi perusahaan tidak cukup berhenti pada penyediaan air, tetapi juga harus mencakup keberlanjutan sumber daya air.

Ia mendorong penguatan kebijakan konservasi yang mencakup perlindungan mata air, kawasan resapan, pengendalian air tanah dan keterlibatan dunia usaha.

“Konservasi bukan biaya. Konservasi adalah investasi,” ujarnya.

Bagi Indra, sumber air yang terjaga akan menopang kapasitas pelayanan dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Tunas Perlu Fokus pada Bisnis Pangan 

Sementara untuk Tunas, Indra mengingatkan agar konsep “aneka usaha” tidak diterjemahkan dengan membuka terlalu banyak lini bisnis.

“Banyak usaha belum tentu banyak untung. Yang dibutuhkan adalah bisnis yang fokus, punya pasar jelas dan bisa dikembangkan,” katanya.

Ia melihat sektor pangan sebagai salah satu peluang yang dapat dikembangkan melalui rantai usaha dari peternak, rumah potong hewan, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi ke hotel, restoran dan katering.

Dengan model tersebut, Tunas dapat mengambil nilai tambah dari rantai pasok sekaligus membuka akses pasar yang lebih kuat bagi peternak dan pelaku usaha lokal.

Tugu Artha Didorong Dekat dengan Ekonomi Rakyat 

Untuk Tugu Artha, Indra mendorong penguatan peran sebagai pembiayaan bagi pedagang, UMKM, koperasi dan sektor usaha produktif.

“Bank harus datang ke ekosistem ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia membayangkan pasar dan sentra ekonomi dapat dikembangkan menjadi ekosistem keuangan yang menghubungkan tabungan, transaksi digital, pembiayaan hingga pengembangan usaha.

Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan Indra sebelumnya yang menempatkan penguatan Tugu Artha sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal dan akses pembiayaan masyarakat.

Tiga BUMD, Satu Ekosistem Ekonomi 

Indra menilai ketiga BUMD tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Tugu Tirta memperkuat layanan dasar dan ekosistem air, Tunas mengembangkan bisnis pangan, sedangkan Tugu Artha menopang pembiayaan pelaku usaha.

“Kalau tiga mesin ini bergerak bersama, yang tumbuh bukan hanya BUMD. Ekonomi Kota Malang ikut bergerak,” katanya.

Karena itu, ia mendorong setiap BUMD memiliki target kinerja yang terukur, kontrak kinerja direksi, indikator kinerja utama, evaluasi berkala dan peta jalan bisnis 2027–2030.

Bagi Indra, ukuran keberhasilan BUMD tidak cukup dilihat dari laba dan dividen. Jumlah masyarakat yang dilayani, UMKM yang berkembang, lapangan kerja yang tercipta, aset yang produktif hingga dampak lingkungan juga perlu menjadi indikator.

“BUMD harus dikelola dengan cara berpikir korporasi, tetapi dengan hati pelayanan publik. Profesional dalam bisnis, berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap transformasi tersebut membuat BUMD tidak hanya sehat secara perusahaan, tetapi juga mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Kota Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *