Indonesiandaily.com – Limbah air kelapa yang selama ini hanya dibuang kini berubah menjadi sumber pendapatan baru. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) mendampingi pelaku Usaha Mikro Sagon Kelapa “Arfi” di Desa Jatinom Kanigoro, Kabupaten Blitar, mengolah limbah tersebut menjadi Nata de Coco. Tentunya yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Program yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi tepat guna mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.
Melalui pendampingan intensif, pelaku usaha tidak hanya diajarkan teknik produksi Nata de Coco. Tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, yang dapat meningkatkan pendapatan usaha.
Kegiatan PKM tersebut didanai melalui Dana DIPA Politeknik Negeri Malang Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaannya melibatkan dua tim dosen dengan keahlian yang saling melengkapi.
Tim pertama dipimpin Prof. Dr. Ir. Dwina Moentamaria, M.T. yang berfokus pada pembuatan starter atau bibit bakteri sebagai faktor utama keberhasilan fermentasi Nata de Coco. Tim ini beranggotakan Dr. Eng. Haris Puspito Buwono, S.T., M.T.; Cahyo Sunu Widagdo, S.T., M.T.; Mutia Devi Hidayati, S.Si., M.Si.; Diana Novita Sari, S.T., M.T.; serta Dr. Drs. Puji Herijanto, M.AB.
Sementara itu, tim kedua dipimpin Dr. Ir. Zakijah Irfin, S.T., M.T. yang bertanggung jawab pada keseluruhan proses produksi Nata de Coco. Anggotanya terdiri atas Ari Susanti, S.T., M.T.; Diana Novita Sari, S.T., M.T.; Ulfiana Ihda Afifa, S.T., M.T.; Dr. Dyah Ratna Wulan, S.Si., M.Si.; dan Anang Takwanto, S.T., M.T.
Selain memberikan materi mengenai fermentasi dan teknologi pengolahan pangan, para dosen juga menghadirkan pendampingan praktik secara langsung. Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) bersama mahasiswa turut membimbing peserta dalam setiap tahapan pembuatan Nata de Coco hingga siap diproduksi.
Air Kelapa Ternyata Kaya Nutrisi
Pemanfaatan air kelapa sebagai bahan baku bukan tanpa alasan. Secara ilmiah, air kelapa mengandung karbohidrat, gula alami, nitrogen, vitamin. Serta berbagai mineral yang menjadi sumber nutrisi ideal bagi bakteri Acetobacter xylinum.
Bakteri tersebut berperan membentuk lapisan nata selama proses fermentasi. Kandungan nutrisi yang lengkap membuat proses produksi berlangsung lebih efisien. Dengan tambahan bahan yang relatif sedikit sehingga biaya produksi dapat ditekan.
Dari Limbah Menjadi Sumber Pendapatan
Selama ini, air kelapa hasil produksi sagon hanya menjadi limbah yang tidak memberikan manfaat ekonomi. Melalui teknologi sederhana yang diperkenalkan tim PKM POLINEMA, limbah tersebut kini dapat diolah menjadi produk pangan sehat. Tentunya dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.
Ketersediaan bahan baku juga tidak menjadi kendala karena produksi sagon berlangsung setiap hari. Artinya, pasokan air kelapa selalu tersedia. Sehingga peluang pengembangan usaha Nata de Coco dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi contoh nyata penerapan konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah produksi menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha mikro.
Melalui kegiatan ini, POLIMEMA kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM diharapkan mampu melahirkan lebih banyak produk inovatif berbasis potensi lokal, meningkatkan daya saing usaha mikro. Sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
