Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lewat tim penelitinya berhasil meraih paten atas inovasi Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu berbasis Hot Dry Steam (HDS). Teknologi ini menjadi solusi bagi pelaku UMKM untuk menghasilkan ekstrak mengkudu berkualitas tinggi dengan proses yang lebih cepat, higienis, dan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Inovasi tersebut lahir dari penelitian disertasi mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UMM, Karyanik, S.T., M.T., bersama Prof. Dr. Ir. Aniek Iriany, M.P., Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., dan Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., IPM.
Keberhasilan memperoleh paten menjadi bukti bahwa hasil riset di perguruan tinggi tidak hanya berakhir sebagai publikasi ilmiah. Tetapi juga mampu melahirkan teknologi siap guna bagi masyarakat.
Menurut Karyanik, pengembangan mesin ekstraksi HDS berawal dari masih dominannya metode konvensional dalam mengolah buah mengkudu. Cara seperti perebusan dan fermentasi membutuhkan waktu lama serta berisiko menurunkan kandungan senyawa aktif yang menjadi keunggulan buah tersebut.
“Buah mengkudu kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Karena itu, kami mengembangkan mesin ekstraksi yang lebih inovatif dan efisien sebagai alternatif teknologi bagi industri herbal maupun UMKM,” ujarnya.
Selama dua tahun penelitian sejak 2023, tim mengembangkan sistem ekstraksi berbasis Hot Dry Steam yang memanfaatkan uap kering bersuhu tinggi tanpa kontak langsung dengan air. Teknologi ini mampu menjaga kestabilan senyawa bioaktif yang sensitif terhadap panas sekaligus menghasilkan proses ekstraksi yang lebih bersih dan efisien.
Tak hanya itu, mesin juga dirancang hemat energi dengan pengaturan tekanan dan temperatur yang presisi. Hasilnya, kualitas ekstrak yang dihasilkan lebih konsisten sehingga berpotensi meningkatkan standar produk herbal lokal.
Pengujian teknis dan laboratorium menunjukkan mesin bekerja sesuai rancangan. Distribusi uap berlangsung stabil, sementara temperatur dan tekanan tetap berada pada parameter yang telah ditetapkan.
“Hasil sementara menunjukkan sistem Hot Dry Steam mampu menghasilkan ekstrak berkualitas baik dan mempertahankan kandungan senyawa bioaktif dari bahan baku,” jelas Karyanik.
Teknologi ini membuka peluang baru bagi industri pangan, suplemen kesehatan, hingga kosmetik berbahan alami. Bagi UMKM, kehadiran mesin tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan mutu produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Ke depan, tim peneliti UMM berkomitmen terus menyempurnakan teknologi tersebut. Kapasitas produksi akan ditingkatkan dan penerapannya diperluas untuk berbagai komoditas tanaman herbal sebagai bagian dari hilirisasi riset kampus.
“Harapan kami, mesin ini tidak hanya menjadi hasil penelitian akademik, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan industri. Teknologi ini akan terus dikembangkan agar mampu mempercepat pertumbuhan industri herbal berbasis komoditas lokal di Indonesia,” pungkasnya.
