UIN Malang Perkokoh Posisi sebagai Kampus Riset, Jurnalnya Berhasil Terindeks Scopus

UIN Malang Perkokoh Posisi sebagai Kampus Riset, Jurnalnya Berhasil Terindeks Scopus

Indonesiandaily.com – UIN Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kampus riset terdepan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kampus ini berhasil membukukan tiga jurnal ilmiah yang telah terindeks Scopus, memperkuat reputasi akademiknya di tingkat internasional.

Seperti dikutip dari Laman resmi kemenag.go.id, bahwa capaian tersebut berdasarkan hasil pengolahan data Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung per Juni 2026. Secara nasional, terdapat 56 jurnal PTKIN yang berhasil terindeks Scopus dan berasal dari 31 PTKIN di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 jurnal telah masuk dalam basis data SCImago Journal Rank (SJR). Bahkan, 39 jurnal atau sekitar 78 persen telah menempati kuartil tertinggi (Q1), yang menjadi indikator kualitas publikasi ilmiah bertaraf internasional.

Masuk Jajaran PTKIN dengan Publikasi Ilmiah Terkuat

Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu PTKIN yang membubuhkan jurnal terindeks Scopus. Kampus berjuluk Ulul Albab itu berhasil mencatatkan tiga jurnal yang telah diakui dalam basis data internasional.

Jumlah tersebut menempatkan UIN Malang di atas sejumlah PTKIN lain seperti UIN Purwokerto, UIN Surakarta, UIN Salatiga, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Walisongo Semarang yang masing-masing memiliki dua jurnal terindeks Scopus.

Prestasi tersebut memperlihatkan konsistensi UIN Malang dalam membangun budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Serta memperkuat tata kelola jurnal sesuai standar internasional.

Keberhasilan itu juga menjadi modal penting bagi UIN Malang untuk memperluas jejaring akademik global. Sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat internasional.

Transformasi PTKIN Berjalan Positif

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amin Suyitno, mengatakan capaian jurnal bereputasi internasional merupakan hasil dari transformasi pendidikan tinggi Islam yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, penguatan riset dan publikasi ilmiah internasional menjadi salah satu pilar utama untuk mewujudkan PTKIN yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing secara global.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi PTKIN berjalan pada jalur yang tepat. Kita ingin perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi pusat produksi ilmu pengetahuan yang diakui dunia,” ujar Prof. Amin Suyitno di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Ia menegaskan budaya riset, inovasi, dan publikasi bereputasi internasional harus terus diperkuat di seluruh PTKIN. Hal ini agar semakin banyak karya ilmiah Indonesia yang mendapat pengakuan dunia.

Prof. Suyitno juga mengajak seluruh pimpinan PTKIN menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan. Termasuk pula pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.

Budaya Mutu Akademik Semakin Menguat

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, turut mengapresiasi meningkatnya jumlah jurnal PTKIN yang berhasil masuk indeks Scopus.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan kuantitas publikasi. Namun juga mencerminkan semakin kuatnya budaya mutu, integritas akademik, dan profesionalisme dalam pengelolaan jurnal ilmiah.

“Prestasi ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi mencerminkan semakin kuatnya budaya mutu, integritas akademik, dan tata kelola jurnal ilmiah di PTKIN,” katanya.

Ia menambahkan, Direktorat PTKI akan terus memperkuat ekosistem riset melalui peningkatan kapasitas pengelola jurnal, penguatan kolaborasi internasional, peningkatan kualitas artikel ilmiah. Serta pendampingan berkelanjutan bagi jurnal-jurnal yang sedang menuju indeksasi global.

Menurut Prof. Sahiron, publikasi ilmiah berkualitas harus menjadi budaya akademik sehingga kampus tidak hanya menghasilkan lulusan unggul. Tetapi juga melahirkan pengetahuan baru yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Capaian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan tiga jurnal terindeks Scopus menjadi bukti nyata, bahwa kampus tersebut terus memperkokoh posisinya sebagai kampus riset yang mampu menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Prestasi ini sekaligus memperkuat kontribusi UIN Malang dalam meningkatkan daya saing PTKIN Indonesia di kancah akademik global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *