Indonesiandaily.com- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni Universitas Islam Malang (Unisma), H. Muhammad Yunus, menyampaikan bahwa momen berbuka puasa menjadi salah satu waktu paling membahagiakan bagi umat Muslim selama Ramadan.
Menurutnya, kebahagiaan yang dirasakan saat azan Magrib berkumandang bukan sekadar karena berakhirnya rasa lapar dan dahaga, tetapi juga karena adanya pertemuan antara ketaatan seorang hamba dengan rahmat Allah SWT setelah seharian menjalankan ibadah puasa.
Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan perintah langsung dari Allah SWT dengan tujuan utama membentuk pribadi yang bertakwa. Karena itu, terutama bagi generasi muda, menjalankan ibadah puasa dengan penuh ketaatan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter spiritual.
Yunus mengatakan, kebahagiaan saat berbuka muncul sebagai bentuk rasa syukur setelah seseorang berhasil menahan diri sepanjang hari, baik dari makan dan minum maupun dari mengendalikan emosi serta menjaga ucapan.
“Di waktu berbuka terdapat pertemuan antara ketaatan seorang hamba dengan rahmat Allah SWT. Itulah yang membuat hati terasa begitu bahagia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan umat Islam untuk menyegerakan berbuka ketika azan Magrib telah berkumandang, sebagaimana dianjurkan dalam sunnah Rasulullah SAW. Namun, ia menekankan agar berbuka dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan.
“Nabi mencontohkan berbuka dengan air dan kurma secukupnya. Jangan langsung makan terlalu banyak karena kita masih memiliki kewajiban menunaikan salat Magrib,” jelasnya.
Menurut Yunus, perut yang terlalu kenyang justru dapat membuat seseorang menjadi malas melaksanakan ibadah lanjutan seperti salat Isya dan tarawih.
Selain itu, waktu menjelang dan setelah berbuka juga termasuk saat yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Ia mengajak umat Islam memanfaatkan momen tersebut untuk memohon ampunan dan berharap agar ibadah puasa diterima oleh Allah SWT.
“Kita dianjurkan memperbanyak doa agar dosa-dosa diampuni dan ibadah puasa yang kita jalankan diterima oleh Allah SWT,” katanya.
Yunus juga menekankan pentingnya kebersamaan saat berbuka puasa. Ia menyarankan agar umat Islam berbuka bersama keluarga, sahabat, atau teman karena kebersamaan tersebut dapat menghadirkan keberkahan sekaligus mempererat hubungan sosial.
“Memberi makan orang yang berpuasa juga memiliki pahala yang besar, bahkan pahalanya seperti orang yang menjalankan puasa tersebut,” tuturnya.
Di akhir pesannya, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas ibadah,” pungkasnya.
