Indonesiandaily.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) semakin serius membangun ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi. Melalui Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB), kampus ini telah membina 303 tenant bisnis, melahirkan puluhan usaha baru. Hingga menghasilkan inovasi teknologi yang kini menarik perhatian investor asal Belanda.
Capaian tersebut memperkuat langkah UNISMA Malang menuju Entrepreneur University, sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.
Kepala Pusat Inkubator Bisnis UNISMA Malang, Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP, mengatakan program inkubasi bisnis terus diperkuat sejak 2024 dengan menyasar mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pelaku UMKM, hingga dosen yang memasuki masa prapensiun.
“Target kami bukan hanya menciptakan lulusan yang bekerja, tetapi juga melahirkan wirausahawan yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.
Menurut Brahmadhita, proses inkubasi dimulai sejak peserta masih memiliki ide bisnis. Setiap calon tenant dibimbing menyusun proposal usaha, mengikuti seleksi, hingga mempresentasikan gagasan melalui sesi pitching.
Tenant yang dinilai memiliki prospek terbaik memperoleh dana stimulus sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta sebagai modal awal. Selanjutnya mereka wajib mengikuti program inkubasi Catalyst selama satu tahun.
Selama masa pendampingan, tenant memperoleh pelatihan intensif mulai legalitas usaha, perizinan, perpajakan. Termasuk pula digital marketing, fotografi produk, strategi bisnis, manajemen risiko, public speaking, hingga penyusunan laporan keuangan.
Program tersebut juga menghadirkan mentor dari berbagai institusi, seperti Dinas Koperasi dan UKM, Rumah BUMN, pelaku industri, serta praktisi bisnis.
“Kami membangun entrepreneur secara utuh. Bukan hanya produknya yang bagus, tetapi juga kemampuan mengelola usaha agar mampu bertahan dan berkembang,” kata Brahmadhita.
303 Tenant, 16 Terbaik Terima Dana Stimulus
Hingga 2026, Inkubator Bisnis UNISMA Malang telah mendampingi sekitar 303 tenant dari berbagai sektor usaha.
Pada tahun ini, sebanyak 16 tenant terbaik menerima dana stimulus karena dinilai memiliki model bisnis paling prospektif.
Sebagian besar tenant bergerak di sektor food and beverage (F&B). Selebihnya berasal dari bidang fesyen, pertanian, peternakan, batik, ekspor produk fesyen, penerbitan buku, hingga pengembangan teknologi.
Pendampingan tidak berhenti di ruang pelatihan. Seluruh tenant wajib mengikuti Demo Day untuk memasarkan produknya sekaligus mengikuti evaluasi akhir inkubasi.
UNISMA Malang juga mempertemukan tenant dengan calon investor melalui agenda Business Matching guna membuka akses pendanaan dan memperluas jejaring bisnis.
Mesin Sterilisasi Telur Buatan Tenant UNISMA Malang Tembus Pasar Global
Salah satu inovasi yang paling menyita perhatian lahir dari forum CEO Talks. Sebuah mesin sterilisasi telur hasil karya tenant UNISMA Malang sukses memikat investor asal Belanda.
“Investor menyatakan minat membeli enam unit mesin dengan nilai sekitar Rp90 juta hingga Rp100 juta per unit,” ungkap Brahmadhita.
Mesin tersebut menggabungkan teknologi penguapan antibakteri berbahan ekstrak daun sirih, kejutan listrik, serta sistem penyerap kelembapan berbasis serat bambu.
Teknologi ini terbukti mampu menekan pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Escherichia coli (E. coli) sehingga masa simpan telur meningkat secara signifikan.
Hasil riset menunjukkan telur yang telah melalui proses sterilisasi mampu bertahan hingga sembilan minggu pada suhu ruang, sedangkan telur biasa umumnya hanya bertahan tiga hingga empat minggu.
Inovasi tersebut kini dipersiapkan menuju pasar internasional, khususnya negara-negara di Afrika dan Eropa yang membutuhkan teknologi peningkatan keamanan pangan. Tim pengembang juga tengah menyusun business plan internasional sebagai langkah menuju komersialisasi global.
Perkuat Ekosistem Startup Kampus
Keberadaan Inkubator Bisnis UNISMA Malang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, industri, investor, dan pelaku usaha, kampus berharap semakin banyak startup baru lahir dari lingkungan akademik.
“Kami ingin semakin banyak mahasiswa dan sivitas akademika berani memulai usaha, meningkatkan omzet, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Itulah semangat Entrepreneur University yang terus kami bangun di UNISMA Malang,” pungkas Brahmadhita.
