Sekjen Kemenag Dorong PTKIN Manfaatkan AI hingga Kembangkan Dana Abadi

Sekjen Kemenag Dorong PTKIN Manfaatkan AI hingga Kembangkan Dana Abadi

Indonesiandaily.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengubah cara kerja menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

Menurut Kamaruddin, transformasi PTKIN tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik kampus. Perguruan tinggi juga perlu memperkuat kualitas SDM, mengoptimalkan teknologi, memperluas kolaborasi, serta membangun kemandirian pembiayaan.

Salah satu perhatian yang disorot adalah kemampuan sivitas akademika dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). Kamaruddin mendorong jajaran biro dan dosen tidak sekadar mengenal teknologi tersebut, tetapi mampu menggunakannya untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas akademik.

Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, hingga kualitas tata kelola perguruan tinggi. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan tinggi.

Biro PTKIN Dituntut Lebih Strategis 

Kamaruddin juga menekankan posisi strategis biro dalam pengembangan PTKIN. Perencanaan, menurutnya, harus mampu menerjemahkan kebutuhan institusi menjadi program yang memiliki keluaran dan dampak terukur.

Orientasi tersebut membuat pengelolaan perguruan tinggi tidak berhenti pada terlaksananya sebuah program. Setiap kebijakan dan penggunaan sumber daya perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi institusi dan sivitas akademika.

Perubahan orientasi juga ditekankan dalam pengelolaan anggaran. PTKIN didorong mengurangi ketergantungan pada pembangunan sarana dan prasarana dan mulai memperbesar investasi pada mutu pendidikan, riset, penelitian, serta peningkatan daya saing.

Termasuk dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas luar negeri. Kamaruddin mengingatkan agar kegiatan tersebut dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan urgensi, manfaat, dan dampaknya bagi perguruan tinggi.

Aset Kampus Jangan Sekadar Jadi Sumber Pendapatan 

Di sisi lain, aset perguruan tinggi dinilai memiliki potensi yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan pendapatan. Optimalisasi aset harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa.

Potensi lain berada pada kompetensi para dosen. Kepakaran yang dimiliki dosen dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan dunia industri, masyarakat, maupun berbagai komunitas.

Kolaborasi tersebut tidak hanya membuka ruang kontribusi keilmuan, tetapi juga berpotensi menghasilkan sumber pendapatan baru bagi kampus.

Dengan demikian, kemandirian PTKIN tidak semata-mata bertumpu pada anggaran pemerintah. Perguruan tinggi perlu mengembangkan berbagai sumber daya yang telah dimiliki secara produktif dan tetap berorientasi pada peningkatan mutu.

Alumni dan Wakaf untuk Kemandirian Kampus 

Penguatan jejaring alumni juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Alumni dapat menjadi mitra strategis perguruan tinggi, baik dalam pengembangan jejaring, kolaborasi maupun dukungan terhadap keberlanjutan institusi.

Kamaruddin turut mendorong pengembangan dana abadi melalui konsep wakaf. Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kemandirian pembiayaan perguruan tinggi dalam jangka panjang.

Di tengah perubahan teknologi dan tuntutan kompetisi global, PTKIN dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan institusi berkembang secara berkelanjutan.

“Mari membangun komitmen kolektif dan menjadi entitas untuk pengembangan lembaga,” kata Kamaruddin.

Pesan tersebut menempatkan transformasi PTKIN sebagai pekerjaan bersama. Penguatan teknologi, kualitas SDM, tata kelola, aset, jejaring alumni, hingga sumber pembiayaan perlu bergerak dalam satu arah agar perguruan tinggi keagamaan Islam negeri semakin adaptif, mandiri, dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *