I-YES 2026 UIN Malang Dorong Dialog Lintas Budaya Generasi Muda

I-YES 2026 UIN Malang Dorong Dialog Lintas Budaya Generasi Muda

Indonesiandaily.com – Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyiapkan International Youth Enhancing Study (I-YES) 2026 sebagai ruang perjumpaan mahasiswa lintas budaya.

Mengusung tema “Voices Across Culture: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future”, program ini diarahkan untuk mempertemukan bahasa, budaya, pengalaman, dan perspektif generasi muda dalam satu ruang dialog.

Persiapan program dibahas dalam rapat koordinasi panitia di Ruang Meeting Lantai 2 Fakultas Humaniora, Jumat (18/9/2026). Pertemuan dipimpin Ketua I-YES 2026 Anwar Masadi, M.A., bersama jajaran panitia.

Koordinasi tersebut tidak hanya menyentuh aspek teknis. Panitia juga menyamakan arah agar setiap rangkaian I-YES memiliki nilai pembelajaran bagi peserta.

Anwar mengatakan, I-YES 2026 tidak ingin berhenti sebagai agenda internasional yang sekadar mempertemukan peserta dari latar berbeda.

“I-YES 2026 kami siapkan bukan hanya sebagai rangkaian kegiatan internasional, tetapi sebagai ruang bagi generasi muda untuk saling mendengar, bertukar perspektif, dan membangun dialog lintas budaya.”

Menurut dia, perjumpaan lintas budaya dapat menjadi proses belajar ketika peserta diberi ruang untuk berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus memahami cara pandang yang berbeda.

Hal itu sekaligus memperkuat karakter keilmuan Fakultas Humaniora yang berkaitan erat dengan bahasa, budaya, komunikasi, dan keberagaman masyarakat.

Melalui interaksi langsung, mahasiswa tidak hanya mempelajari komunikasi lintas budaya dari teori. Mereka juga berhadapan dengan pengalaman nyata ketika harus menyampaikan gagasan, mendengarkan orang lain, dan menyesuaikan cara berkomunikasi.

Kemampuan tersebut dinilai semakin penting di tengah dunia yang mempertemukan orang-orang dari berbagai latar budaya. Kompetensi akademik perlu berjalan bersama kemampuan berkolaborasi, beradaptasi, membangun jejaring, dan memahami perbedaan.

Karena itu, desain I-YES 2026 diarahkan agar pengalaman peserta tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Percakapan, relasi, wawasan, dan gagasan yang muncul selama program diharapkan menjadi bagian dari pengalaman akademik mereka.

Tema “Voices Across Culture” menjadi penekanan utama dalam konsep tersebut. Setiap peserta membawa suara dan pengalaman masing-masing. Ketika suara-suara itu dipertemukan melalui dialog, perbedaan dapat menjadi sumber pengetahuan.

Bagi Fakultas Humaniora, internasionalisasi juga tidak semata-mata soal mobilitas ke luar negeri. Ruang akademik di kampus dapat menjadi tempat mahasiswa mengalami langsung perjumpaan global.

I-YES 2026 menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman tersebut sekaligus memperluas keterbukaan mahasiswa terhadap keberagaman perspektif.

Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kelancaran agenda. Nilai utamanya justru berada pada kualitas perjumpaan yang tercipta—seberapa jauh peserta mau mendengar, memahami perbedaan, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi.

Melalui I-YES 2026, Fakultas Humaniora UIN Malang mencoba menempatkan bahasa dan budaya bukan sebagai batas, melainkan sebagai jembatan menuju dialog dan gagasan bersama tentang masa depan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *