UMM Resmikan Pusat Studi Supply Chain, Siapkan Solusi Rantai Pasok Berkelas Dunia

UMM Resmikan Pusat Studi Supply Chain, Siapkan Solusi Rantai Pasok Berkelas Dunia

Indonesiandaily.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus penghasil solusi melalui peluncuran Pusat Studi Supply Chain pada Rabu (29/7/2026). Kehadiran pusat studi ini menjadi langkah strategis UMM dalam memperkuat perannya sebagai Solution Center Excellence. Sekaligus menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan rantai pasok di tingkat nasional hingga internasional.

Pusat studi tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin yang mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan. Hal ini untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri.

Ketua Pusat Studi Supply Chain UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, ST., M.LogSCM., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa rantai pasok kini menjadi faktor penentu daya saing di hampir seluruh sektor. Karena itu, pengelolaannya tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Saat ini siapa yang bisa mengoptimalkan rantai pasoknya, maka dia yang akan menjadi pemenangnya. Kita tidak lagi hanya berbicara tentang local optimum, tetapi bagaimana mencapai global optimum melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi,” tegasnya.

Menurutnya, pusat studi ini akan mempertemukan berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik industri, manajemen, agribisnis, informatika. Hingga ilmu kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan perspektif yang lebih komprehensif dalam menyelesaikan persoalan rantai pasok yang semakin kompleks.

Selain menjadi pusat riset, keberadaan Pusat Studi Supply Chain juga akan memberikan pengalaman akademik yang lebih kaya bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai perkembangan sistem rantai pasok global melalui berbagai proyek riset dan kolaborasi internasional.

“Mahasiswa akan mendapatkan manfaat yang sangat besar, baik secara keilmuan maupun pengalaman. Kami berharap sebelum lulus mereka sudah memiliki insight mengenai perkembangan rantai pasok secara global melalui pusat studi ini,” ujar Prof. Ilyas.

Perkuat Kolaborasi Internasional

Untuk meningkatkan kualitas riset, UMM juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi bereputasi dunia. Di antaranya Kyoto University di Jepang dan National University of Singapore (NUS) yang menjadi mitra dalam pengembangan pusat studi tersebut.

Tak hanya itu, kolaborasi bersama Mahidol University Thailand juga telah membuahkan hibah riset internasional. Sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penelitian yang dikembangkan UMM.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menjelaskan bahwa pembentukan Pusat Studi Supply Chain merupakan upaya mengintegrasikan berbagai program Center of Excellence (CoE) yang selama ini berjalan di masing-masing fakultas.

Dengan penyatuan tersebut, kajian lintas disiplin diharapkan berkembang lebih kuat, menghasilkan inovasi yang lebih relevan. Sekaligus memperluas kontribusi UMM bagi pembangunan nasional.

“Melalui pusat studi ini kita bisa menyatukan berbagai kajian yang selama ini berjalan sendiri-sendiri sehingga kajian interdisipliner dapat berkembang. Harapannya, pusat studi ini bukan hanya menjadi pusat rujukan ketika orang berbicara tentang rantai pasok, tetapi juga mampu melahirkan inovasi bahkan program studi baru yang dibutuhkan bangsa,” pungkasnya.

Peluncuran Pusat Studi Supply Chain menjadi bagian dari komitmen UMM dalam memperkuat ekosistem riset berbasis kolaborasi. Kampus Putih berharap pusat studi ini mampu menjadi rujukan nasional sekaligus pemain penting dalam pengembangan ilmu dan solusi rantai pasok di tingkat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *