UM Kembangkan LENS-TKA, Cara Baru Siswa SMA/MA Jawa Timur Siapkan TKA Ekonomi

UM Kembangkan LENS-TKA, Cara Baru Siswa SMA/MA Jawa Timur Siapkan TKA Ekonomi

Indonesiandaily.com – Menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) tidak cukup hanya dengan menghafal materi. Siswa dituntut mampu membaca data, memahami persoalan ekonomi, menganalisis informasi, hingga mengambil kesimpulan secara kritis. Kebutuhan inilah yang mendorong Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan LENS-TKA (Learning Enhancement Strategy for Tes Kompetensi Akademik).

Inovasi yang dikembangkan melalui penelitian pada Juli-Agustus 2026 tersebut dirancang untuk membantu siswa SMA/MA di Jawa Timur belajar ekonomi secara lebih terarah sekaligus membangun kesiapan menghadapi asesmen akademik.

LENS-TKA tidak ditempatkan sekadar sebagai bank soal digital. Platform ini menggabungkan materi pembelajaran, latihan berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), simulasi TKA, hingga evaluasi hasil belajar dalam satu sistem.

Pendekatan tersebut penting karena pembelajaran ekonomi dalam TKA menuntut lebih dari sekadar penguasaan definisi. Siswa perlu memahami hubungan antarkonsep, membaca fenomena ekonomi, menginterpretasikan data, serta mengaitkannya dengan persoalan seperti inflasi, pengangguran, kebijakan fiskal dan moneter.

Belajar Ekonomi Berbasis Data 

Pengembangan LENS-TKA menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Prosesnya dimulai dari pemetaan kebutuhan siswa dan guru, perancangan model, pengembangan prototipe, implementasi, hingga evaluasi.

Materi yang disiapkan mencakup konsep dasar ekonomi seperti kelangkaan, biaya peluang dan skala prioritas. Materi kemudian berkembang ke ekonomi mikro dan makro, ekonomi internasional, hingga akuntansi keuangan dasar.

Aktivitas pembelajaran juga diarahkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Siswa tidak hanya menjawab soal, tetapi diajak memahami informasi, menganalisis persoalan, kemudian menguji pemahamannya melalui latihan dan simulasi.

Model pembelajarannya dirancang melalui tahapan orientasi, eksplorasi konsep, latihan HOTS, simulasi TKA, refleksi dan evaluasi. Guru pun mendapatkan perangkat pendukung berupa modul digital, modul ajar, LKPD, media pembelajaran berbasis web dan bank soal.

Diuji Bersama Guru Ekonomi

Prototipe LENS-TKA kemudian diuji bersama guru-guru ekonomi yang tergabung dalam MGMP Ekonomi MA Kabupaten Kediri dan MGMP Ekonomi MA Blitar.

Keterlibatan guru menjadi bagian penting karena platform yang dikembangkan perlu menjawab persoalan pembelajaran yang benar-benar ditemui di sekolah.

Dalam pengujian tersebut, guru berkesempatan mencoba fitur LENS-TKA sekaligus memberikan masukan mengenai materi, soal, tampilan, navigasi dan kemudahan penggunaan.

Masukan dari praktisi pendidikan tersebut menjadi bahan untuk menyempurnakan platform sebelum memasuki tahap evaluasi yang lebih luas.

Bukan Sekadar Simulasi TKA 

LENS-TKA dirancang agar manfaatnya tidak berhenti pada latihan menghadapi ujian. Platform ini diarahkan menjadi ekosistem pembelajaran ekonomi yang menghubungkan materi, aktivitas belajar, latihan HOTS, asesmen dan umpan balik.

Bagi siswa, pendekatan tersebut dapat membantu mereka mengetahui bagian materi yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu diperkuat. Bagi guru, platform dapat menjadi alternatif untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus memantau perkembangan kompetensi peserta didik.

Tahap selanjutnya diarahkan pada evaluasi validitas, kepraktisan dan efektivitas. Hasil evaluasi akan digunakan untuk memperbaiki materi, fitur serta mekanisme pembelajaran agar semakin sesuai dengan kebutuhan SMA/MA.

Dengan pengembangan berkelanjutan, LENS-TKA berpotensi diperluas ke lebih banyak sekolah di Jawa Timur. Inovasi ini sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk menghadirkan latihan soal. Tetapi membantu siswa membangun cara berpikir yang dibutuhkan dalam pembelajaran ekonomi dan asesmen akademik.

Pengembangan LENS-TKA juga berkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 mengenai inovasi serta pemanfaatan teknologi. Ujungnya, teknologi diharapkan tidak sekadar menjadi alat, tetapi benar-benar memberi pengalaman belajar yang lebih terarah dan relevan bagi siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *