PPG UNISMA Hadirkan Posyandu CERDAS, Ajak Anak Belajar Matematika Tanpa Bergantung Gawai

PPG UNISMA Hadirkan Posyandu CERDAS, Ajak Anak Belajar Matematika Tanpa Bergantung Gawai

Indonesiandaily.com – Ketika gawai menjadi “senjata” orang tua untuk meredakan tantrum anak, persoalan sebenarnya tidak berhenti pada durasi menatap layar. Anak juga berisiko kehilangan kesempatan untuk bermain, bergerak, berinteraksi, sekaligus belajar dari lingkungan sekitar.

Kegelisahan itu mendorong mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Matematika Universitas Islam Malang (UNISMA) menghadirkan Posyandu “CERDAS” (Ceria, Edukatif, Ramah, Digital, Aman, Sehat).

Program Kelompok 1 Matematika A2 PPG Calon Guru UNISMA tersebut menyasar ibu dan anak peserta Posyandu Kenanga 1, RW 04, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan utama berlangsung pada 19 September 2026, setelah dirancang dan dikembangkan sejak Agustus.

Di bawah bimbingan Dr. Surya Sari Faradiba, M.Pd., enam mahasiswa mengemas isu penggunaan gawai menjadi kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian keluarga. Mereka tidak hanya menjelaskan risiko penggunaan gawai berlebihan, tetapi menawarkan aktivitas bermain sebagai alternatif yang bisa dilakukan orang tua bersama anak di rumah.

“CERDAS” sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa PPG untuk menerapkan pembelajaran matematika di luar kelas. Konsep matematika diperkenalkan melalui permainan dan benda-benda sederhana yang mudah ditemukan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan yang diperkenalkan adalah Buku Aktivitas Matematika “CERDAS”. Materinya meliputi pengenalan himpunan, pola dan urutan, pengukuran, hingga geometri.

Materi tersebut tidak diberikan dalam bentuk pembelajaran formal. Anak diajak belajar melalui aktivitas bermain, sementara orang tua dilibatkan agar mampu melanjutkan kegiatan serupa setelah program selesai.

Dari Gawai ke Aktivitas Bersama 

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa PPG UNISMA mengajak orang tua dan kader posyandu memahami sejumlah dampak yang dapat muncul ketika anak menggunakan gawai secara berlebihan, termasuk gangguan interaksi sosial, perkembangan bicara, dan pengelolaan emosi.

Setelah itu, ibu dan anak mengikuti workshop “Ayo Bermain sambil Belajar”. Mereka mempraktikkan permainan matematika menggunakan benda konkret yang tersedia di sekitar rumah.

Pendekatan tersebut membuat pesan tentang pengurangan penggunaan gawai tidak berhenti sebagai imbauan. Orang tua memperoleh contoh kegiatan yang dapat langsung dipraktikkan ketika anak membutuhkan aktivitas di luar layar.

Kegiatan ditutup dengan post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta.

Bagi mahasiswa PPG UNISMA, Posyandu “CERDAS” menjadi pengalaman menerjemahkan kompetensi keguruan ke dalam persoalan yang dihadapi keluarga. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, tetapi berlanjut melalui kebiasaan bermain dan belajar bersama di rumah.

Program ini juga menunjukkan bahwa pengenalan matematika tidak harus menunggu anak berada di bangku sekolah. Konsep dasar dapat dikenalkan sejak dini melalui aktivitas sederhana, interaksi dengan orang tua, dan pengalaman nyata.

Di tengah semakin dekatnya anak dengan teknologi, Posyandu “CERDAS” menawarkan pendekatan sederhana: bukan sekadar menjauhkan anak dari layar, tetapi memberi keluarga pilihan aktivitas yang membuat anak tetap aktif, bermain, berinteraksi, dan belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *