Indonesiandaily.com – Lima mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengembangkan robot semi-otonom bernama JALAYANTRA untuk membantu kegiatan penyiraman dan perawatan tanaman. Inovasi berbasis teknologi mekatronika ini mengantarkan Tim Robotik UIN Malang menempati posisi ketiga sekaligus melaju ke babak final Eco Robotic Challenge dalam ajang OASE PTKIN III 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
JALAYANTRA dirancang sebagai robot pengangkut air yang mampu mengambil, memindahkan, dan meletakkan wadah berisi air pada titik penyiraman yang telah ditentukan. Teknologi ini menawarkan alternatif untuk mendukung pekerjaan perawatan tanaman agar lebih praktis dan terstruktur.
Robot tersebut dikembangkan oleh Revaldy Zidane Tyo Pamungkas, Muhammad Alif Mujaddid, Safri Firzan Sururi, Alisa Zahrani Farady Daud, dan Alfathir Zaki Mustofa. Mereka mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Shoffin Nahwa Utama, M.T.
Dikembangkan dalam Waktu 1,5 Bulan
Tim membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan untuk merancang dan menyempurnakan JALAYANTRA. Prosesnya meliputi riset, perancangan mekanik, pengujian komponen, hingga integrasi sistem kendali.
Revaldy Zidane menjelaskan, tantangan utama pengembangan robot terletak pada penyempurnaan mekanik dan sistem kendali agar mampu menjalankan seluruh tahapan misi dengan presisi.
“Selama persiapan, kami berfokus pada riset, uji coba mekanik, dan penyempurnaan integrasi sistem kendali,” ungkap Revaldy mewakili tim.
Dalam kompetisi, JALAYANTRA harus menyelesaikan beberapa tugas. Robot mengambil botol berisi air dari Water Station, memindahkannya ke Watering Zone, meletakkannya pada posisi yang ditentukan, kemudian kembali ke Home Base.
Untuk menjalankan misi tersebut, tim menggunakan empat roda mecanum yang memungkinkan robot bergerak ke berbagai arah. Kemampuan ini membuat pergerakan robot lebih fleksibel ketika bermanuver di arena perlombaan.
Mengandalkan Sensor untuk Mencegah Benturan
JALAYANTRA juga dilengkapi gripper dengan mekanisme rack and pinion untuk mengambil serta memindahkan objek. Sementara itu, motor stepper NEMA 17 menggerakkan lifter yang berfungsi mengatur posisi objek.
Pada bagian kendali, robot mengintegrasikan Raspberry Pi sebagai pusat pemrosesan utama, dua modul ESP32, dan mikrokontroler Arduino Mega. Operator mengendalikan pergerakannya menggunakan joystick.
Meski masih mengandalkan kendali manual, JALAYANTRA memiliki fitur pengaman otomatis. Tiga sensor Time-of-Flight (ToF) VL53L0X dan limit switch membantu mendeteksi jarak serta membatasi pergerakan robot untuk mengurangi risiko benturan.
Kombinasi perangkat tersebut memungkinkan robot menjalankan tugas pemindahan air melalui mekanisme yang terintegrasi. Tim pun merancang setiap komponen agar bekerja sesuai kebutuhan misi.
Teknologi untuk Menjawab Kebutuhan Lingkungan
Dosen pembimbing Shoffin Nahwa Utama, M.T., menilai pengembangan JALAYANTRA menjadi contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan praktis di lingkungan sekitar.
Menurutnya, inovasi tersebut menggabungkan teknologi mekatronika untuk mendukung proses pemindahan air dalam kegiatan perawatan tanaman.
“Rancangan JALAYANTRA mengintegrasikan teknologi mekatronika tingkat lanjut untuk mendukung pemindahan air dalam kegiatan perawatan tanaman,” jelas Shoffin.
Ia juga mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang mampu menyelesaikan pengembangan robot dalam waktu relatif singkat hingga mengantarkan tim menembus babak final OASE PTKIN III 2026.
Prestasi ini menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa UIN Malang dalam mengembangkan kemampuan riset, rekayasa teknologi, dan kerja sama tim. Lebih dari sekadar capaian kompetisi, JALAYANTRA menunjukkan bagaimana inovasi robotika dapat diarahkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk perawatan tanaman dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.



