Reses DPRD, Indra Permana Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Percepat Pembangunan Kota Malang

Reses DPRD, Indra Permana Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Percepat Pembangunan Kota Malang

Indonesiandaily.com – Pembangunan Kota Malang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya mengandalkan pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan sekaligus menjawab persoalan perkotaan.

Gagasan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS, Dr. H. Indra Permana, SE, MM, dalam kegiatan reses bertema Sinergitas Pentahelix dalam Membangun Kota Malang.

Menurut Indra, reses tidak semestinya dipandang sebatas agenda formal anggota DPRD untuk bertemu konstituen. Lebih dari itu, reses harus menjadi ruang dialog untuk menyerap persoalan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Aspirasi yang dihimpun, lanjutnya, harus ditindaklanjuti melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD agar menghasilkan kebijakan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Lima Kekuatan untuk Membangun Kota

Indra menilai, pendekatan pentahelix penting karena setiap unsur memiliki keunggulan dan sumber daya yang dapat saling melengkapi.

Pemerintah memiliki kewenangan dalam kebijakan dan penganggaran. Akademisi menyumbangkan riset serta inovasi, sedangkan dunia usaha berperan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Sementara itu, komunitas masyarakat memahami persoalan di lingkungan masing-masing. Media memiliki peran menyampaikan informasi, mengedukasi publik, sekaligus menjalankan kontrol sosial terhadap kebijakan pembangunan.

“Menurut saya, membangun Kota Malang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Kita membutuhkan kekuatan lima unsur, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media,” ungkap Indra.

Ia menekankan, kelima unsur tersebut tidak boleh bergerak sendiri-sendiri. Sinergi harus dibangun sejak perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program pembangunan.

Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada terlaksananya program pemerintah, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

UMKM hingga Persoalan Lingkungan Perlu Kolaborasi

Indra melihat banyak persoalan strategis Kota Malang yang membutuhkan pendekatan lintas sektor. Salah satunya penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, akses permodalan, digitalisasi, dan perluasan pemasaran.

Sektor pasar tradisional juga membutuhkan perhatian bersama, mulai dari revitalisasi fasilitas, kebersihan, keamanan hingga kenyamanan pedagang dan pembeli.

Di bidang ketenagakerjaan, kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia usaha diperlukan agar keterampilan lulusan sesuai kebutuhan industri. Sementara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat diperkuat melalui pengembangan potensi lokal, kampung tematik, serta promosi destinasi.

Persoalan lingkungan perkotaan, termasuk pengelolaan sampah dan penghijauan, juga tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan pemerintah. Keterlibatan komunitas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Masyarakat Bukan Sekadar Objek Pembangunan

Sebagai anggota DPRD, Indra menegaskan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang membuka ruang kolaborasi lintas sektor. DPRD juga memiliki tanggung jawab memperjuangkan anggaran yang tepat sasaran serta mengawasi efektivitas pelaksanaan pembangunan.

Baginya, keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata jumlah program yang terlaksana.

“Masyarakat jangan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang ikut merencanakan, mengawal, dan merasakan hasil pembangunan,” tegasnya.

Melalui semangat pentahelix, Indra berharap komunikasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan media semakin terbuka. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan solusi yang lebih tepat terhadap berbagai tantangan Kota Malang.

Pesan yang ingin dibangun melalui reses tersebut terangkum dalam ajakan **”Monggo Sesarengan mBangun Kota Malang.”** Pembangunan kota, pada akhirnya, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Naskah ini menempatkan gagasan kolaborasi sebagai sudut utama, bukan sekadar laporan kegiatan reses. Dengan begitu, berita lebih menonjolkan pemikiran dan tawaran solusi Indra Permana bagi pembangunan Kota Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *