Mobil Mahasiswa UMM Tembus 704 Km/Liter, Sabet Dua Podium KMHE 2026

Mobil Mahasiswa UMM Tembus 704 Km/Liter, Sabet Dua Podium KMHE 2026

Indonesiandaily.com – Dua mobil purwarupa karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan bahwa kendaraan berukuran ringan dapat menempuh jarak ratusan kilometer hanya dengan konsumsi bahan bakar yang sangat minim.

Keduanya membawa Tim Mekatronic UMM meraih dua podium dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 tingkat nasional di Sirkuit Kampus Tegalboto, Universitas Jember (UNEJ), 1–4 Oktober 2026.

Diikuti 64 tim dari 42 perguruan tinggi negeri dan swasta, kompetisi yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) itu menguji kemampuan mahasiswa merancang kendaraan yang bukan sekadar bisa melaju, tetapi juga mampu menekan konsumsi energi.

Mobil 48 Kilogram Tembus 704 Kilometer per Liter 

Tim Mekatronic 1 yang diketuai Al Haidar Ali berhasil menempati posisi kedua kategori Motor Pembakaran Dalam (MPD) Etanol melalui Rayap Asphalt Evo 8.

Mobil berkelir merah tersebut mencatat efisiensi hingga 704 kilometer per liter saat menyelesaikan lintasan sepanjang 9,7 kilometer. Kendaraan menggunakan bahan bakar etanol 95 persen yang disediakan panitia.

Menurut Ali, pencapaian itu tidak lahir dari satu komponen saja. Tim melakukan pengembangan pada mesin, material bodi, bobot kendaraan, hingga aerodinamika.

“Kami menggunakan bodi serat karbon dan rangka khusus sehingga bobot total kendaraan sekitar 48 kilogram,” ujar Ali.

Bobot ringan tersebut kemudian dipadukan dengan pemilihan roda dan pengaturan akselerasi agar kendaraan dapat melaju dengan hambatan seminimal mungkin.

Bagi tim, penggunaan etanol juga bukan sekadar pilihan teknis untuk kompetisi. Bahan bakar berbasis energi terbarukan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari solusi transportasi yang lebih ramah energi.

BALADEWA EVO 3 Tak Kalah Irit 

Podium kedua UMM datang dari Tim Mekatronic 2 yang dipimpin Fahrid Purba Astria Saputra.

Mobil BALADEWA EVO 3 mengamankan Juara 3 kategori MPD Bensin setelah mencatat efisiensi 672,8 kilometer per liter. Kendaraan tersebut menyelesaikan lintasan 9,7 kilometer dengan konsumsi sekitar 13,8 mililiter Bensin Sawit (Bensa) dan penggunaan listrik 3,6 Wh.

Namun, angka efisiensi tersebut tidak diperoleh dengan mudah. Setiap kendaraan harus melewati penilaian teknis yang ketat, mulai dari jarak tempuh, konsumsi energi listrik, hingga perhitungan perubahan suhu bahan bakar.

Kondisi lintasan juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Cuaca panas di Jember berbeda dengan kondisi saat kendaraan menjalani latihan di Malang.

“Suhu di sirkuit sangat panas. Kondisi ini bahkan sempat membuat ban mobil kami meletus,” kata Fahrid.

Persoalan teknis tersebut harus diselesaikan cepat karena waktu inspeksi dan antrean balapan relatif terbatas. Tim pun dituntut mengambil keputusan secara cepat di area paddock.

Riset Dimulai Sejak Juni 

Perjalanan kedua tim menuju podium sebenarnya telah dimulai jauh sebelum kendaraan masuk lintasan.

Sejak Juni, mahasiswa Mekatronic UMM menjalani serangkaian tahapan persiapan, mulai dari penyusunan laporan desain, inspeksi teknis dan keamanan kendaraan secara virtual, hingga penyempurnaan kendaraan sebelum menghadapi kompetisi nasional.

Hasilnya menunjukkan bahwa riset mahasiswa tidak berhenti pada rancangan di atas kertas. Dua purwarupa tersebut mampu menunjukkan performa langsung ketika berhadapan dengan lintasan dan kondisi kompetisi sebenarnya.

Meski masih dikembangkan khusus untuk kebutuhan riset dan kompetisi, capaian tersebut membuka peluang pengembangan teknologi kendaraan hemat energi yang lebih luas.

Menunggu Jalan Menuju Komersialisasi 

Tim Mekatronic UMM melihat teknologi yang dikembangkan dalam kompetisi ini masih memiliki ruang untuk disempurnakan.

Dukungan pendanaan, industri, maupun sponsor dinilai dapat membuka tahap berikutnya, terutama untuk meningkatkan keandalan kendaraan, mengembangkan komponen, dan menguji teknologi dalam kebutuhan transportasi yang lebih nyata.

Bagi mahasiswa, podium KMHE 2026 bukan sekadar soal dua piala. Kompetisi tersebut menjadi ruang pembuktian bahwa riset kendaraan hemat energi dapat diarahkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *