Pembekalan PKL Humaniora UIN Malang, Praktisi PWI Tekankan Profesionalisme dan Jejaring Sejak Dini

Pembekalan PKL Humaniora UIN Malang, Praktisi PWI Tekankan Profesionalisme dan Jejaring Sejak Dini

Indonesiandaily.com – Dunia jurnalistik tidak hanya menuntut kemampuan menulis, tetapi juga profesionalisme, etika kerja, kemampuan komunikasi, dan keterampilan membangun jejaring. Bekal tersebut menjadi fokus dalam Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Semester Ganjil 2026 Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (25/6/2026), di Kampus 3.

Materi bertajuk Strategi Mengoptimalkan Peluang dan Mengasah Profesionalisme di Perusahaan Media disampaikan Humas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang, Dediek Achmad. Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa yang akan menjalani PKL di berbagai perusahaan media mitra Fakultas Humaniora.

PKL Bukan Sekadar Kewajiban Akademik

Dalam pemaparannya, Dediek menjelaskan bahwa PKL merupakan pintu masuk menuju dunia kerja profesional. Menurutnya, program magang bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas diri di lingkungan kerja nyata.

“Program magang adalah gerbang emas pembuktian komitmen. Di sanalah mahasiswa bisa menunjukkan kontribusi terbaik, kedisiplinan, dan kesungguhan nyata dalam setiap penugasan redaksi,” tegas Dediek.

Humas PWI ini menilai pengalaman magang dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk memahami budaya kerja media sekaligus membangun reputasi profesional sejak dini.

Profesi Jurnalis Punya Peluang dan Tanggung Jawab Besar

Dediek mengungkapkan bahwa profesi jurnalis memiliki banyak peluang yang tidak dimiliki bidang pekerjaan lain. Wartawan berkesempatan berinteraksi langsung dengan pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan, akademisi, hingga tokoh publik nasional.

Selain itu, jurnalis juga memiliki akses ke berbagai forum strategis serta mendapatkan perlindungan hukum melalui Dewan Pers selama menjalankan tugas sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Namun, ia mengingatkan bahwa berbagai privilese tersebut harus diimbangi dengan integritas dan tanggung jawab yang tinggi.

“Dunia redaksi bukan ruang coba-coba. Mahasiswa harus datang dengan kesadaran untuk belajar dan bekerja secara profesional,” ujarnya.

Profesionalisme Dimulai dari Sikap dan Etika Kerja

Menurut Dediek, profesionalisme di perusahaan media tidak hanya diukur dari kualitas tulisan. Sikap, etika, dan kemampuan membangun hubungan kerja juga menjadi faktor penting.

Mahasiswa diminta menghormati seluruh elemen di lingkungan kerja, mulai dari pimpinan redaksi hingga staf pendukung. Sikap sopan, rendah hati, dan menghargai orang lain dinilai menjadi modal utama dalam membangun relasi yang sehat.

Disiplin waktu juga menjadi perhatian. Mahasiswa dianjurkan hadir lebih awal sebelum kegiatan dimulai agar terbiasa dengan budaya kerja profesional.

“Hadir minimal 10 menit lebih awal adalah kebiasaan sederhana yang dapat membentuk citra positif di lingkungan kerja,” ucapnya.

Aktif Belajar dan Kuasai Kompetensi Jurnalistik

Dalam sesi pembekalan, mahasiswa juga didorong untuk bersikap proaktif selama menjalani PKL. Dunia media membutuhkan individu yang mampu berkomunikasi, berinisiatif, dan cepat beradaptasi.

Mahasiswa diminta tidak ragu bertanya kepada mentor redaksi, berdiskusi mengenai tugas jurnalistik, serta membantu pekerjaan tim sesuai kapasitas yang dimiliki.

Selain itu, penguasaan kompetensi teknis jurnalistik juga dianggap penting. Mahasiswa perlu memahami teknik wawancara, mulai dari wawancara cepat model doorstop hingga wawancara mendalam yang terstruktur.

“Mengenali karakter media tempat magang sangat penting karena setiap media memiliki gaya penulisan dan standar redaksional yang berbeda,” jelasnya.

Bangun Jejaring dan Hindari Kesalahan Saat Magang

Dediek menekankan bahwa PKL juga menjadi kesempatan berharga untuk membangun jejaring profesional. Pertemuan dengan pejabat, pengusaha, akademisi, maupun tokoh masyarakat dapat menjadi investasi relasi jangka panjang.

Mahasiswa didorong untuk memperkenalkan diri secara profesional, menjaga komunikasi, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperluas jaringan.

Di sisi lain, ia mengingatkan sejumlah kesalahan yang masih sering dilakukan peserta magang. Di antaranya kurang berkomunikasi dengan mentor, melakukan liputan tanpa riset, tidak menyiapkan pertanyaan, hingga mengabaikan dokumentasi lapangan.

Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah menulis berita tanpa narasi yang utuh, mengabaikan unsur 5W+1H, kurang teliti terhadap kesalahan pengetikan, serta sulit menerima masukan dari redaksi.

“Perusahaan media tidak hanya mencari orang yang bisa menulis, tetapi juga pribadi yang teliti, adaptif, mampu bekerja sama, dan terbuka terhadap evaluasi,” tegas Dediek.

Siapkan Lulusan Siap Kerja

Melalui pembekalan ini, mahasiswa diajak memandang PKL sebagai ruang pembentukan karakter profesional, integritas, dan kesiapan karier. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri media.

Dengan menghadirkan praktisi langsung dari dunia jurnalistik, Fakultas Humaniora terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia kerja. Mahasiswa diharapkan mampu memaksimalkan peluang selama magang serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai langkah awal menuju karier jurnalistik yang kredibel dan berdampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *