Indonesiandaily.com – Manuskrip Islam Nusantara menyimpan jejak perjalanan intelektual, keagamaan, dan kebudayaan masyarakat yang tidak cukup hanya disimpan sebagai peninggalan sejarah.
Dokumen-dokumen tersebut perlu diidentifikasi, dikaji, sekaligus dijaga kondisi fisiknya agar pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap dapat diakses generasi mendatang.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Forum Silaturahmi Akademisi Saintek (FORSIASA).
Forum akademik itu mengangkat tema “Katalogisasi dan Preservasi Manuskrip Islam Nusantara: Antara Amanah, Ilmu dan Warisan Peradaban.”
Dalam forum tersebut, dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi FST UIN Malang, Achmad Nizam Rifqi, M.A. dan Evi Nurus Suroiyah, M.Pd., membahas pentingnya pengelolaan manuskrip secara sistematis.
Pembahasan menempatkan manuskrip bukan semata sebagai benda peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat sumber pengetahuan yang dapat menjadi bahan pengembangan berbagai kajian akademik.
Salah satu tahapan penting adalah katalogisasi. Proses ini memungkinkan informasi mengenai manuskrip didokumentasikan dan diidentifikasi secara sistematis.
Dengan katalogisasi, keberadaan, karakteristik, serta informasi penting mengenai sebuah manuskrip dapat lebih mudah diketahui dan ditelusuri oleh peneliti maupun pihak yang berkepentingan.
Namun, pendataan saja tidak cukup. Manuskrip juga menghadapi persoalan terkait kondisi fisik sehingga membutuhkan preservasi untuk menjaga keberlangsungannya.
Preservasi menjadi bagian penting agar manuskrip tetap dapat diakses dan dipelajari tanpa mengabaikan aspek perlindungan terhadap material aslinya.
Dari perspektif tersebut, pengelolaan manuskrip membutuhkan keseimbangan antara amanah pelestarian dan ketelitian ilmiah. Manuskrip perlu dirawat sebagai warisan peradaban sekaligus dimanfaatkan sebagai sumber pengembangan ilmu.
Diskusi FORSiASA dipandu Ganis Chandra Puspitadewi, M.A. selaku moderator. Forum tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk bertukar perspektif mengenai kekayaan intelektual dan budaya yang tersimpan dalam manuskrip Islam Nusantara.
Bagi lingkungan akademik, pembahasan mengenai katalogisasi dan preservasi juga membuka peluang agar manuskrip tidak berhenti sebagai koleksi yang tersimpan. Pengetahuan di dalamnya dapat menjadi pijakan bagi lahirnya kajian akademik dan praktik pelestarian yang berkelanjutan.
Melalui FORSiASA, FST UIN Malang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap manuskrip Islam Nusantara, terutama di kalangan akademisi dan mahasiswa.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam merawat pengetahuan dan memastikan warisan intelektual Nusantara tetap memiliki ruang untuk dipelajari oleh generasi berikutnya.
